........Selamat Hari Jadi Kab. Nunukan ke 13 tgl 12 Oktober 2012.......

Senin, 03 Agustus 2009

MEMPOSISIKAN BERAS KRAYAN MENJADI BERAS ORGANIK BERGENGSI TINGGI KE PASARAN DUNIA EKSPOR




MEMPOSISIKAN BERAS KRAYAN MENJADI BERAS ORGANIK BERGENGSI TINGGI KE PASARAN DUNIA EKSPOR

Oleh : Dian Kusumanto

Di tengah-tengah perkembangan jaman globalisasi ini dan kemunduran lingkungan hidup karena eksploitasi alam dan lingkungan, maka kualitas kehidupan manusia juga terancam. Keamanan mutu pangan manusia juga terancam. Produk-produk pangan seolah-olah sulit melepaskan diri dari cemaran bahan-bahan kimia, racun yang terekspose melalui cara-cara budidaya tanaman pangan yang eksploratif dan tidak ramah lingkungan.

Dunia pertanian seolah-olah sudah tergantung dengan bahan-bahan kimia untuk pupuk tanah, bahan kimia dan racun untuk membasmi rumput dan hama penyakit tanaman. Bahkan dunia petanian sekarang sudah mulai menggunakan benih-benih transgenik yang keamanan stabilitas genetisnya masih memungkinkan cemaran biologis terhadap lngkungan hidup manusia.

Beras adalah makanan pokok sebagian besar manusia di seluruh dunia. Pola makan berbasis beras yang bebas dari cemaran-cemaran kimia dan biologis menjadi kebutuhan besar dunia yang sehat. Mansia yang ingin selalu sehat dalam hidup di dunia yang alai dan lestari menjadi sulit diperoleh.

Krayan adalah suatu kawasan di Kabupaten Nunukan Kaltim yang karena posisi geografisnya sulit sehingga sampai sekarang elum ada akses jalan darat ataupun sungai. Satu-satunya jalan untuk masuk dan keluar Krayan adalah dengan Pesawat. Oleh karena ke’terisolasi’annya ini maka sejak dulu mereka tidak mengenal obat-oatan kimia, pupuk-pupuk kimia dalam sistem budidaya padi sawah mereka.

Keadaan yang alamiah dalam bertani ini sampai sekarang masih terus dipertahankan. Mereka bertani dengan menanam padi di sawah, beternak kerbau, babi, itik dan ayam serta memelihara anjing untuk pengamanan rumah mereka. Cara bertani dan beternak mereka sangat alami namun cara pengelolaannya cukup baik dan tersistem dalam suatu pola yang sudah menjadi sistem adat. Adat mereka sudah mengajari mereka melakukan kearifan lokal yang dipertahankan sampai sekarang.

Oleh karena itu produk beras Krayan dikenal sangat enak karena betul-betul organik, baunya harum dan sangat menyehatkan. Bagi para penderita , Beras Krayan ini bisa membantu mempercepat proses pemulihan. Apalagi bagi yang sehat, Beras Krayan apabila dikonsumsi terus menerus akan membantu tubuh semakin sehat wal ’afiat dan fit selalu.

Orang Krayan termasuk dalam suku bangsa Dayak Lundaye. Dimana fisik orang Krayan berbeda dengan fisik orang Dayak lainnya. Orang Krayan lebih besar dan lebih tinggi, kulitnya lebih putih bersih. Banyak tokoh-tokoh besar Kalimantan dilahirkan di Krayan. Barangkali hal ini karena salah satunya adalah terkait pola hidup dan pola makanan pokok mereka yang menggunakan beras dan sayur yang serba organik.

Beras Krayan menjadi konsumsi wajib harian para pejabat dan masyarakat Brunei Darussalam. Bahkan Sultan Brunei selalu memesan Beras Krayan untuk keluarga Kerajaan Brunei Darussalam. Jadi di Negeri kecil nan kaya ini Beras Krayan adalah termasuk beras istimewa yang didatangkan dari luar negerinya. Dan Beras Krayan memang layak terpilih menjadi Beras Utama menu keluarga Kerajaan Brunei Darussalam. Namun sayang sampai saat ini belum ada hubungan dagang langsung antara Brunei dengan Krayan / Nunukan dalam hal beras Krayan ini.

Perdagangan Beras Krayan selama ini sebagian besar hanya melalui Ba’ Kelalan Sabah Malaysia, dan hanya sedikit sekali yang keluar melalui Nunukan dan Tarakan. Perdagangan beras ke Ba’ Kelalan dari desa-desa di Krayan dulu hanya menggunakan gendongan orang dan alat transportasi berupa kerbau. Setelah motor roda dua banyak masuk, yaitu sekitar tahun 2000-an, ojek beras dengan motor mulai semakin ramai. Sekarang ini hampir semua perdagangan beras ke Ba’ kelalan menggunakan ojek sepeda motor.

Jumlah ojek sepeda motor sekarang ini lebh dari 100 motor. Setiap ojek motor biasanya mampu membawa antara 6 – 9 kaleng beras atau antara 90 -135 kg, katakanlah rata-rata 100-an kg. Seandainya dalam setahun masing-masing pengojek ini bekerja selama 200 hari dalam setahun (155 hari libur karena istirahat, sakit, motor rusak, jalan becek karena hujan, ada acara keluarga, pulang kampung, dll) maka beras Krayan yang dikeluarkan ke Ba’ Kelalan ada sekitar 2.000 ton per tahunnya. Angka 2.000 ton beras Krayan per tahun sebenarnya masih kurang dari seperempatnya dari kelebihan yang ada di masyarakat petani.

Kecamatan Krayan dengan rata-rata luas panen padinya sekitar 3.740 hektar per tahun mampu memproduksi padi sekitar 17.000 ton Kagah Kering Panen (GKP), atau setara dengan beras lebih dari 8.500 ton beras. Dengan jumlah penduduk hana 8.742 jiwa konsumsi beras hanya mencapai sekitar 1.000-an ton beras, sehingga kelebihan setelah dikurangi konsumsi per tahun masih sekitar 7.742 ton beras.

Jika penjualan Beras Krayan dinaikan jumlahnya menjadi 2 – 3 lipat dengan sekarang yang mencapai sekitar 2.000 ton, yaitu sekitar 4.000 6.000 ton, maka rasanya Krayan masih sanggup dan sangat memungkinkan. Katakanlah dengan 5.000 ton beras Krayan dalam setiap tahun kita jual ke luar, maka Krayan belum mengalami defisit.

Yang menjadi sangat penting bagi masyarakat Krayan adalah tingkatan harga beras Krayan yang masih rendah dan disamakan dengan beras-beras pada umumnya. Padahal Beras Krayan adalah beras yang murni organik dan sangat istimewa, serta rasanya dan khasiatnya sangat hebat. Semestinya Beras Krayan menjadi komoditi yang ekskluif karena kekhasannya .

Namun karena sulitnya akses dan sistem tata niaga yang tidak adil, maka harga beras Krayan disamaka dengan beras-beras lain yang biasa saja. Posisi tawar para petani beras yang sangat lemah tidak mampu mengatasi banyaknya ketergantungan ekonomi dengan para pedagang di Ba’ Kelalan, Sabah Malaysia. Di Ba’ Kelalan yang merupakan satu-satunya pintu keluar Beras Krayan ini, para pedagang menghargai ini sangat murah dan tidak sesuai dengan harga yang sebenarnya bila dijual di kota kota seperti Miri, Lawas, Bario dan Brunei Darussalam.

Di Ba’ Kelalan beras diterima pedagang dengan harga sekitar 7 – 10 RM per gantang. Beras kemudian sebagian besar di bawa ke kota Bario untuk masuk ke pedagang yang agak besar harga kemudian bisa naik menjadi antara 13 – 15 RM/kg. Di kota Miri dan Lawas harga Beras Kyaran bisa mencapai 20 RM pergantang. Apalagi di Brunei, harga beras sudah lebih naik lagi menjadi sekitar 13 – 15 RB (ringgit Brunei) atau sekitar 30-35 RM per gantang.  

Oleh karena itu untuk mensejahterakan para petani Beras Krayan, jalan yang harus ditempuh adalah mencarikan jalan agar beras ini dapat dijual dengan harga yang tinggi sesuai dengan keistimewaannya. Caranya adalah sebagai berikut :
1). Mengurangi ketergantungan dengan para pedagang di Ba’ Kelalan.
2). Mencarikan solusi akses keluar dari Krayan menuju pasar ekspor lansung ke Brunei atau negara lain dengan harga yang bagus.
3). Membangun citra komoditi Beras Krayan ini tetap menjadi Super Excelent dan Very Exclusive.
4). Mengatur pola produksi, pasca panen yang sesuai dengan prinsip-prinsip dalam GAP (Good Agriculture Practise) sebagai komoditi organik.

Bagaimana menurut Anda???

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar