........Selamat Hari Jadi Kab. Nunukan ke 13 tgl 12 Oktober 2012.......

Rabu, 10 Februari 2010

RACUN RUMPUT BUATAN SENDIRI YANG MURAH MERIAH

RACUN RUMPUT BUATAN SENDIRI YANG MURAH MERIAH

Oleh : Dian Kusumanto

Bumi Kalimantan pada umumnya sangat subur. Saking suburnya rumput-rumput juga sangat cepat pertumbuhannya. Para petani sering mengeluhkan keadaan ini. Betapa tidak, setelah lahan dibersihkan dengan cara ditebas atau dibakar, kalau sudah kena hujan sekali saja rumput lebih cepat menyusul. Tanaman yang ditanam belum besar rumputnya sudah lebih dulu meninggi dan menutupi tanaman.

Biasanya petani banyak mengandalkan racun rumput buatan pabrik yang semakin hari semakin mahal. Untuk membersihkan lahan dari rumput biasanya dilakukan beberapa kali. Kalau rumput tebal biasanya petani membakarnya saja dulu, kemudian dibiarkan sekitar 2 minggu sampai rumput mulai Nampak tumbuh lagi. Setelah itu lahan yang mulai ditumbuhi rumput tadi disemprot dengan racun rumput. Kadang petani menanami dengan tanaman yang dikehendaki sebelum penyemprotan atau yang lebih sering dilakukan setelah penyemprotan.

Setelah penyemprotan racun tersebut biasanya agak lama rumput baru tumbuh, ungkin biji rumput yang masih tersisa sebelumnya dan tidak sempat dimatikanoleh racun rumput pada penyemprotan sebelumnya. Sisa-sisa biji-biji rumput yang ada di tanah ini baru muncul sekitar 2-3 bulan kemudian (tergantung keadaan tanah, jumlah curah hujan, dll.). Pada saat pemunculannya kembali inilah petani menyemprot lagi dengan racun rumput, sebelum rumput-rumput ini sempat mengeluarkan bijinya. Jangan sampai penyemprotan dilakukan terlambat, sehingga biji-biji rumput sempat terhambur.

Demikian cara sebagian petani di Kalimantan, khususnya petani di Nunukan Kalimantan Timur yang pernah penulis temui. Beda dengan Petani di Jawa yang jarang menggunakan racun rumput pada usaha taninya, karena memang lahan yang tidak terlalu luas dan tenaga yang cukup banyak serta ternak yang memerlukan rumput setiap hari sehingga rumput selalu dipotong untuk pakan ternak.

Penggunaan racun rumput yang relative sangat banyak dan sering inilah yang membengkakkan biaya usaha tani para petani di Kalimantan umumnya, Nunukan pada khususnya. Akhirnya banyak cara dilakukan oleh para petani untuk menghemat pengeluaran belanja racun rumput dengan cara mereka sendiri. Paling tidak ada 3 (tiga) cara yang Penulis akan paparkan disini, yang berasal dari pengalaman beberapa petani di Nunukan Kalimantan Timur yang telah Penulis temui.

RESEP 5in1 (Five in One) alias GUS BenSol

Resep ini bisa saja diberi nama Racun Rumput FiO, atau Racun Rumput GUS BenSol. FiO artinya Five in One, sedangkan Gus Bensol maksudnya Garam Urea Sabun serbuk Bensin dan Solar. Mungkin nama yang enak didengar adalah Racun Rumput GUS BenSol, biar keren dan mudah terkenal. Bagaimana?

Bahan-bahan yang diperlukan :
1. Bensin 1 liter
2. Solar 1 liter
3. Garam 1 kg
4. Urea 1 kg
5. Sabun Serbuk 1 kg

Cara membuat :
1. Semua bahan-bahan di campur satu persatu, mulai dari bensin dan solar dalam satu wadah.
2. Pada wadah yang lain kemudian garam dan urea serta sabun serbuk dicampur.
3. Wadah satu yang berisi campuran bensin dan solar dicampurkan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk-aduk dituangkan pada wadah kedua yang berisi campuran garam, urea dan sabun serbuk.
4. Pengadukan dilakukan terus-menerus sampai campuran tadi menjadi larutan yang menyatu.
5. Bahan racun rumput (FiO) Five in One alias GUS Bensol siap digunakan. Simpanlah pada wadah yang aman dan tertutup jauhkan dan hindarkan dari nyala api, karena bahan ini mudah terbakar.

Cara Penggunaan :
Cara penggunaan sama dengan penggunaan racun rumput lainnya. Yaitu kalau kita ingin menyemprot dengan pompa sprayer berisi 15 liter air campurkan sekitar 50 cc obat racun rumput FiO Gus Bensol ini. Kalau dirasa kurang hebat ditambah sedikit dosisnya juga bisa sampai sekitar 200 cc (atau satu gelas wadah aqua) dalam tangki sprayer 15 liter (ada juga tangki yang 16 sampai 18 liter).

RESEP Oplosan Three in One (OTiO 12) alias Alur 12

Disebut Racun Rumput OTiO 12 alias Alur 12, hanya untuk memudahkan mengingat bahwa inilah cara petani untuk membuat pengenceran racun rumput 1 liter menjadi 12 liter dengan efek racun yang hampir sama. Pengalaman dari seorang Petani di Kampung Sei Jepun bernama Bapak Mustafa (43) ini diperoleh saat dia bekerja di perkebunan Sawit di Malaysia. Resep ini pun sudah diminta ijinnya untuk disebarluaskan kepada para petani dimana saja berada, khususnya yang sempat membaca tulisan ini.
Disebut Alur 12 karena bahannya adalah Air Laut sebanyak 12 liter dan Urea, untuk memperbanyak Racun Rumput buatan pabrik yang akan digunakan.





Bahan-bahan yang diperlukan :
1. Racun Rumput Buatan Pabrik (berbagai merek) 1 liter
2. Air Laut 12 liter
3. Urea 2 kg

Cara membuat :
1. Semua bahan-bahan di campur satu persatu ke dalam wadah terbuat dari Alumunium atau yang berbahan tembikar dari tanah liat dengan sambil terus diaduk-aduk.
2. Bahan-bahan larutan pengenceran racun rumput dengan air laut dan urea dalam wadah kuali itu kemudian dipanaskan di atas kompor atau tungku kayu bakar.
3. Pengadukan dilakukan terus-menerus sampai campuran tadi menjadi larutan yang menyatu sambil terus dipanaskan sampai mendidih. Pengadukan diusahakan jangan tepat di atas wadah agar uapnya tidak terhirup oleh si Pengaduk.
4. Bahan racun rumput OTiO 12 (Oplosan Three in One) siap digunakan. Simpanlah pada wadah yang aman dan tertutup jauhkan dan hindarkan dari jangkauan anak-anak.

Cara Penggunaan :
Cara penggunaan sama dengan penggunaan racun rumput lainnya. Yaitu kalau kita ingin menyemprot dengan pompa sprayer berisi 15 liter air campurkan sekitar 50 cc obat racun rumput OTiO 12 alias Alur 12 ini. Kalau dirasa kurang hebat ditambah sedikit dosisnya juga bisa sampai sekitar 200 cc (atau satu gelas wadah aqua) dalam tangki sprayer 15 liter (ada juga tangki yang 16 sampai 18 liter).

RESEP Oplosan Three in One (OTiO 13) alias Hervit Top 13

Disebut Racun Rumput OTiO 13 alias Hervit Top 13, hanya untuk memudahkan mengingat bahwa inilah cara petani untuk membuat pengenceran racun rumput 1 liter menjadi 3 liter dengan efek racun yang hampir sama. Pengalaman dari seorang Petani di Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat melalui seorang PPL bernama Asri Aziz (33) ini diperoleh saat dia bekerja di sawah dan kebun Kakaonya sendiri. Resep ini pun sudah diminta ijinnya untuk disebarluaskan kepada para petani dimana saja berada, khususnya yang sempat membaca tulisan ini.

Disebut Hervit Top 13 karena bahannya adalah Vitsin (Vit) 250 gram dan Toak Pahit (ToP) sebanyak 3 liter, untuk memperbanyak Racun Rumput buatan pabrik sebanyak 1 liter menjadi 3 liter.

Bahan-bahan yang diperlukan :
1. Racun Rumput Buatan Pabrik (berbagai merek) 1 liter
2. Toak Pahit 3 liter
3. Vitsin 250 gram

Cara membuat :
1. Semua bahan-bahan di campur satu persatu ke dalam wadah terbuat dari Plastik atau yang berbahan tembikar dari tanah liat dengan sambil terus diaduk-aduk.
2. Bahan-bahan larutan pengenceran racun rumput dengan Toak Pahit dan Vitsin dalam wadah kuali itu kemudian diaduk-aduk.
3. Pengadukan diusahakan jangan tepat di atas wadah agar uapnya tidak terhirup oleh si Pengaduk.
4. Bahan racun rumput OTiO 13 (Hervit Top 13) siap digunakan. Simpanlah pada wadah yang aman dan tertutup jauhkan dan hindarkan dari jangkauan anak-anak.

Cara Penggunaan :
Cara penggunaan sama dengan penggunaan racun rumput lainnya. Yaitu kalau kita ingin menyemprot dengan pompa sprayer berisi 15 liter air campurkan sekitar 50 cc obat racun rumput OTiO 13 alias Hervit Top 13 ini. Kalau dirasa kurang hebat ditambah sedikit dosisnya juga bisa sampai sekitar 200 cc (atau satu gelas wadah aqua) dalam tangki sprayer 15 liter (ada juga tangki yang 16 sampai 18 liter).

Barangkali Anda juga punya resep yang sama ampuhnya dengan resep di atas. Atau bahkan lebih hebat? Maka jangan malu-malu atau ragu-ragu untuk saling berbagi, agar petani kita lebih makmur dan sejahtera. Sudah waktunya kita membela para Petani agar bisa meminimalkan biaya-biaya usaha taninya. Jangan selalu kita memeras petani dengan bisnis yang mengandung pembodohan terstruktur sekaligus merusak tatanan kelestarian alam.

Semoga berguna, Hidup untuk petani Indonesia!

Minggu, 18 Oktober 2009

Design X-Banner untuk Pameran Pembangunan

Oleh : Dian Kusumanto

Beberapa Design di bawah ini adalah untuk X-Banner bahan Pameran Pembangunan Kabupaten Nunukan 2009.

1. Visi Misi Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Daerah Kabupaten Nunukan
2. Banner Teri Ambalat
3. Banner Tepung Mocal
4. Banner Aren
5. Banner Olahan Pangan Ubijalar
6. Banner Olahan Pangan Singkong
7. Banner Pembuatan Mie dari Singkong
8. Banner Pembuatan Eloi dari Lumbis
9. Banner Beras Krayan







(By Dian Kusumanto)

Minggu, 06 September 2009

MENJADI MILYARDER DENGAN 1 HEKTAR KEBUN AREN INTENSIF






MENJADI MILYARDER DENGAN 1 HEKTAR KEBUN AREN INTENSIF
 
Oleh : Dian Kusumanto

Menjadi milyarder? Apa mungkin? Apalagi dari kebun Aren yang selama ini nggak pernah menarik minat para investor? Apa mungkin ya? Dst…. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini pasti akan muncul setelah Anda membaca judul tulisan ini. Milyarder artinya orang yang punya uang dengan jumlah diatas Rp 1 Milyard. Bagaimana kalau Rp 500 juta, itu juga termasuk Milyarder, tapi masih separuhnya, alias setengah Milyarder. Namun yang saya maksud ini adalah yang pertama, yaitu diatas Rp 1 Milyard, itu yang berhak disebut sebagai Milyarder.

Apakah bisa? Lalu seberapa luas lahan kebun Aren untuk bisa mencapai penghasilan 1 Milyard? Apa Betul Cuma dengan memiliki 1 hektar kebun Aren? Bagaimana ini bisa terjadi? Pertanyaan tadi seperti memberondong kita karena rasa penasaran kita dengan judul di atas. Saya tidak bermaksud membawa Anda ‘berpanjang angan-angan’, tapi saya ingin mengajak Anda untuk membuat prospek dan potensi ini menjadi kenyataan. Bahwa kebun Aren akan dapat membawa kita kepada kejayaan, kemakmuran, mencapai kekayaan finansial, dengan mengelolanya sebagaimana mestinya.

Gambaran kemungkinannya adalah dengan perhitungan-perhitungan demikian :

1. Satu Hektar kebun Aren ditanam 200 pohon, dengan jarak tanam 5 x 10; atau 6 x 8 m2.

2. Dengan pemeliharaan yang bagus, setelah 6-7 tahun seluruh pohon bisa menghasilkan dengan prosentase sadap 80 % atau sebanyak 160 pohon setiap hari.

3. Dengan pemeliharaan yang sesuai ‘SOP kebunaren DK’ maka produktifitas nira akan mencapai 15 liter/hari/pohon.

4. Jadi produksi nira dari kebun Aren 1 hektar adalah 160 pohon x 15 liter/r/phn = 2.400 liter/hari/hektar

5. Nira 2.400 liter/hari ini akan diolah menjadi Gula Aren Organik (GAO), sebanyak 400 kg/hari.

6. Jika GAO ini harga jualnya Rp 10.000 /kg, maka akan diperoleh pendapatan dari 1 hektar kebun Aren : 400 kg/hari x Rp 10.000 /kg = Rp 4 juta /hari.

7. Pendapatan kotor Rp 4 juta /hari, atau Rp 120 juta /bulan; atau Rp 1,44 Milyard per tahun.

8. Rp 1,44 Milyard lebih dari Rp 1 Milyard, berarti yang memperolehnya disebut Milyarder.

Dari asumsi-asumsi di atas yang perlu dilihat adalah angka-angka itu tidaklah terlalu fantastik, atau sulit dicapai. Tidak, sama sekali tidak. Karena dalam kenyataannya banyak petani yang mencapai angka-angka diatas asumsi tadi, sebagai contoh :


1. Produksi nira ada kebun petani yang mencapai 40 liter per pohon seperti yang saya lihat di Mambunut Nunukan. Di Soppeng Sulawesi Selatan petani banyak petani yang bisa mencapai 20 liter/pohon/hari. Sedangkan di Sulawesi Utara banyak petani mengatakan bahwa mereka bisa memperoleh nira 20-25 liter/hari/pohon.

2. Harga Gula Aren biasa di pasaran lokal sebenarnya lebih dari Rp 10.000/kg, apalagi Gula Aren Organik (GAO) di pasaran yang lebih khusus dan harga ekspor. Untuk pasar luar negeri harga eksportir setidaknya di atas Rp 15.000 – 20.000 /kg.  

3. Jadi angka-angka untuk mencapai sebutan Milyarder itu sebenarnya tidaklah terlalu bombastis, atau mustahil untuk dicapai. Angka itu sangat mungkin dicapai kalau pengelolaan sesuai dengan ‘SOP kebunaren DK’ (Dian Kusumanto).

Lalu bagaimana ‘SOP kebunaren DK’ itu ? Ikuti tulisan yang akan datang ! Bravo Aren !! 

JAGUNG PUMA, SILANGAN JAGUNG PULUT DAN JAGUNG MANIS





JAGUNG PUMA, SILANGAN JAGUNG PULUT DAN JAGUNG MANIS

Cara mendapatkan varietas unggul baru melalui perkawinan silang antara jagung pulut (lokal) dengan jagung manis

Oleh :

SAHARUDDIN dan NIRWANA, S.Pt, (Penyuluh Pertanian Kab. Nunukan)

Pelaksanaan :

I. Persiapan Tanam

Lahan yang akan digunakan dibersihkan dari gulma dan tumbuhan pengganggu lainnya yang sebelumnya telah disemprot dengan herbisida dengan menggunakan sprayer. Selanjutnya pada lahan tersebut di buat petakan percobaan dengan ukuran 1×3 m.
Pembuatan lubang tanam dengan terlebih dahulu dicangkul dan diberi pupuk kandang. Setelah beberapa hari baru dibuat lubang tanam menggunakan tugal dengan kedalaman 2,5 cm – 5 cm dengan jarak tanam 80 cm x 20 cm.

II. Penanaman

Pada saat penanaman dianjurkan menanam 2 biji per lubang tanam, untuk mengantisipasi jika ada salah satu bibit yang tidak tumbuh sehingga tidak perlu lagi dilakukan penyulaman.


Kiri : Jagung Pulut

Bawah : Jagung Manis




III. Pemeliharaan Tanaman

- Penyiangan dilakukan pada saat tanaman telah berumur 15 hst, dengan cara mencangkul atau disemprot dengan menggunakan herbisida (Gromoxon). 
- Pembumbunan dilakukan 15 hari setelah tanam dengan membumbun tanah di sekitar tanaman untuk memperkuat berdirinya tanaman dan memperbaiki drainase.
- Pemupukan pertama pada umur 10 hari setelah tanam, Pemupukan kedua dilakukan interpal 7 - 10 hari. Begitu seterusnya sampai tanaman jagung keluar bunga. Jika sudah keluar buah diberikan pupuk buah agar bakal buahnya atau tongkolnya besar dan berisi padat.
- Pengendalian Hama dan Penyakit. Serangan hama disaat tanaman berumur 35 hari setelah tanam. Biasanya hama yang menyerang yaitu pengerek batang, dapat diberantas dengan menggunakan Insektisida seperti : Sevin 85 S, Dharmabas 500 EC. Penyemprotann sebaiknya dilakukan pada sore hari.
 
IV. Penyerbukan / Perkawinan Silang 

Proses penyerbukan yaitu bila bunga jagung pulut mulai keluar maka segera dibuang, sedangkan bunga jagung manis tetap dibiarkan untuk proses penyerbukan. Untuk mengetahui bahwa jagung manis sudah siap dilakukan penyerbukan yaitu ditandai bila batang digoyang akan jatuh seperti tepung berwarna kuning. 



Gambar : Bunga betina Jagung Manis

V. Panen 

Panen dilaksanakan pada saat tanaman masak fisiologis dan saat tanaman telah masak kering yaitu biji agak keras dan kering dengan kelobot atau pembungkus biji sudah kering atau kuning. Panen jagung dapat dilakukan pada saat jagung belum tua akan tetapi telah berisi, jika akan dikonsumsi.

Karakteristik Jagung Varietas Baru yang Dihasilkan

Dari hasil perkawinan silang ini didapatkan satu varietas baru yaitu Jagung Pulut Manis (PUMA) dengan karakteristik sebagai berikut :
- Warna buah/biji kuning
- Rasa Pulut dan manis
- Dapat dikonsumsi buahnya saat muda dan tua
- Tahan terhadap hama dan penyakit
- Umurnya pendek 
- Tidak mudah rebah
- Tahan terhadap kekeringan



Nunukan, Juli 2008


Senin, 03 Agustus 2009

MEMPOSISIKAN BERAS KRAYAN MENJADI BERAS ORGANIK BERGENGSI TINGGI KE PASARAN DUNIA EKSPOR




MEMPOSISIKAN BERAS KRAYAN MENJADI BERAS ORGANIK BERGENGSI TINGGI KE PASARAN DUNIA EKSPOR

Oleh : Dian Kusumanto

Di tengah-tengah perkembangan jaman globalisasi ini dan kemunduran lingkungan hidup karena eksploitasi alam dan lingkungan, maka kualitas kehidupan manusia juga terancam. Keamanan mutu pangan manusia juga terancam. Produk-produk pangan seolah-olah sulit melepaskan diri dari cemaran bahan-bahan kimia, racun yang terekspose melalui cara-cara budidaya tanaman pangan yang eksploratif dan tidak ramah lingkungan.

Dunia pertanian seolah-olah sudah tergantung dengan bahan-bahan kimia untuk pupuk tanah, bahan kimia dan racun untuk membasmi rumput dan hama penyakit tanaman. Bahkan dunia petanian sekarang sudah mulai menggunakan benih-benih transgenik yang keamanan stabilitas genetisnya masih memungkinkan cemaran biologis terhadap lngkungan hidup manusia.

Beras adalah makanan pokok sebagian besar manusia di seluruh dunia. Pola makan berbasis beras yang bebas dari cemaran-cemaran kimia dan biologis menjadi kebutuhan besar dunia yang sehat. Mansia yang ingin selalu sehat dalam hidup di dunia yang alai dan lestari menjadi sulit diperoleh.

Krayan adalah suatu kawasan di Kabupaten Nunukan Kaltim yang karena posisi geografisnya sulit sehingga sampai sekarang elum ada akses jalan darat ataupun sungai. Satu-satunya jalan untuk masuk dan keluar Krayan adalah dengan Pesawat. Oleh karena ke’terisolasi’annya ini maka sejak dulu mereka tidak mengenal obat-oatan kimia, pupuk-pupuk kimia dalam sistem budidaya padi sawah mereka.

Keadaan yang alamiah dalam bertani ini sampai sekarang masih terus dipertahankan. Mereka bertani dengan menanam padi di sawah, beternak kerbau, babi, itik dan ayam serta memelihara anjing untuk pengamanan rumah mereka. Cara bertani dan beternak mereka sangat alami namun cara pengelolaannya cukup baik dan tersistem dalam suatu pola yang sudah menjadi sistem adat. Adat mereka sudah mengajari mereka melakukan kearifan lokal yang dipertahankan sampai sekarang.

Oleh karena itu produk beras Krayan dikenal sangat enak karena betul-betul organik, baunya harum dan sangat menyehatkan. Bagi para penderita , Beras Krayan ini bisa membantu mempercepat proses pemulihan. Apalagi bagi yang sehat, Beras Krayan apabila dikonsumsi terus menerus akan membantu tubuh semakin sehat wal ’afiat dan fit selalu.

Orang Krayan termasuk dalam suku bangsa Dayak Lundaye. Dimana fisik orang Krayan berbeda dengan fisik orang Dayak lainnya. Orang Krayan lebih besar dan lebih tinggi, kulitnya lebih putih bersih. Banyak tokoh-tokoh besar Kalimantan dilahirkan di Krayan. Barangkali hal ini karena salah satunya adalah terkait pola hidup dan pola makanan pokok mereka yang menggunakan beras dan sayur yang serba organik.

Beras Krayan menjadi konsumsi wajib harian para pejabat dan masyarakat Brunei Darussalam. Bahkan Sultan Brunei selalu memesan Beras Krayan untuk keluarga Kerajaan Brunei Darussalam. Jadi di Negeri kecil nan kaya ini Beras Krayan adalah termasuk beras istimewa yang didatangkan dari luar negerinya. Dan Beras Krayan memang layak terpilih menjadi Beras Utama menu keluarga Kerajaan Brunei Darussalam. Namun sayang sampai saat ini belum ada hubungan dagang langsung antara Brunei dengan Krayan / Nunukan dalam hal beras Krayan ini.

Perdagangan Beras Krayan selama ini sebagian besar hanya melalui Ba’ Kelalan Sabah Malaysia, dan hanya sedikit sekali yang keluar melalui Nunukan dan Tarakan. Perdagangan beras ke Ba’ Kelalan dari desa-desa di Krayan dulu hanya menggunakan gendongan orang dan alat transportasi berupa kerbau. Setelah motor roda dua banyak masuk, yaitu sekitar tahun 2000-an, ojek beras dengan motor mulai semakin ramai. Sekarang ini hampir semua perdagangan beras ke Ba’ kelalan menggunakan ojek sepeda motor.

Jumlah ojek sepeda motor sekarang ini lebh dari 100 motor. Setiap ojek motor biasanya mampu membawa antara 6 – 9 kaleng beras atau antara 90 -135 kg, katakanlah rata-rata 100-an kg. Seandainya dalam setahun masing-masing pengojek ini bekerja selama 200 hari dalam setahun (155 hari libur karena istirahat, sakit, motor rusak, jalan becek karena hujan, ada acara keluarga, pulang kampung, dll) maka beras Krayan yang dikeluarkan ke Ba’ Kelalan ada sekitar 2.000 ton per tahunnya. Angka 2.000 ton beras Krayan per tahun sebenarnya masih kurang dari seperempatnya dari kelebihan yang ada di masyarakat petani.

Kecamatan Krayan dengan rata-rata luas panen padinya sekitar 3.740 hektar per tahun mampu memproduksi padi sekitar 17.000 ton Kagah Kering Panen (GKP), atau setara dengan beras lebih dari 8.500 ton beras. Dengan jumlah penduduk hana 8.742 jiwa konsumsi beras hanya mencapai sekitar 1.000-an ton beras, sehingga kelebihan setelah dikurangi konsumsi per tahun masih sekitar 7.742 ton beras.

Jika penjualan Beras Krayan dinaikan jumlahnya menjadi 2 – 3 lipat dengan sekarang yang mencapai sekitar 2.000 ton, yaitu sekitar 4.000 6.000 ton, maka rasanya Krayan masih sanggup dan sangat memungkinkan. Katakanlah dengan 5.000 ton beras Krayan dalam setiap tahun kita jual ke luar, maka Krayan belum mengalami defisit.

Yang menjadi sangat penting bagi masyarakat Krayan adalah tingkatan harga beras Krayan yang masih rendah dan disamakan dengan beras-beras pada umumnya. Padahal Beras Krayan adalah beras yang murni organik dan sangat istimewa, serta rasanya dan khasiatnya sangat hebat. Semestinya Beras Krayan menjadi komoditi yang ekskluif karena kekhasannya .

Namun karena sulitnya akses dan sistem tata niaga yang tidak adil, maka harga beras Krayan disamaka dengan beras-beras lain yang biasa saja. Posisi tawar para petani beras yang sangat lemah tidak mampu mengatasi banyaknya ketergantungan ekonomi dengan para pedagang di Ba’ Kelalan, Sabah Malaysia. Di Ba’ Kelalan yang merupakan satu-satunya pintu keluar Beras Krayan ini, para pedagang menghargai ini sangat murah dan tidak sesuai dengan harga yang sebenarnya bila dijual di kota kota seperti Miri, Lawas, Bario dan Brunei Darussalam.

Di Ba’ Kelalan beras diterima pedagang dengan harga sekitar 7 – 10 RM per gantang. Beras kemudian sebagian besar di bawa ke kota Bario untuk masuk ke pedagang yang agak besar harga kemudian bisa naik menjadi antara 13 – 15 RM/kg. Di kota Miri dan Lawas harga Beras Kyaran bisa mencapai 20 RM pergantang. Apalagi di Brunei, harga beras sudah lebih naik lagi menjadi sekitar 13 – 15 RB (ringgit Brunei) atau sekitar 30-35 RM per gantang.  

Oleh karena itu untuk mensejahterakan para petani Beras Krayan, jalan yang harus ditempuh adalah mencarikan jalan agar beras ini dapat dijual dengan harga yang tinggi sesuai dengan keistimewaannya. Caranya adalah sebagai berikut :
1). Mengurangi ketergantungan dengan para pedagang di Ba’ Kelalan.
2). Mencarikan solusi akses keluar dari Krayan menuju pasar ekspor lansung ke Brunei atau negara lain dengan harga yang bagus.
3). Membangun citra komoditi Beras Krayan ini tetap menjadi Super Excelent dan Very Exclusive.
4). Mengatur pola produksi, pasca panen yang sesuai dengan prinsip-prinsip dalam GAP (Good Agriculture Practise) sebagai komoditi organik.

Bagaimana menurut Anda???

Senin, 13 Juli 2009

MENGELOLA POTENSI KENGGULAN DAN KEMERDEKAAN MENUJU KESEJAHTERAAN

MENGELOLA POTENSI KENGGULAN DAN KEMERDEKAAN MENUJU KESEJAHTERAAN


Oleh : Dian Kusumanto


Angka 4 juta hektar memang sangat ’mengerikan’. Ada teman yang bilang, ”ngerii..nggaak..!!”. Pencetus angka 4 juta hektar Aren adalah Bapak Prabowo Subianto, pendiri Partai Gerindra, Ketua HKTI, Ketua para Pedagang Pasar Tradisional, seorang Purnawirawan militer dan seorang Calon Presiden. Pada tulisan yang lalu saya menyebut beliau sebagai ”Proklamator Revolusi Aren Indonesia”, ya... karena dari beliaulah angka 4 juta hektar itu.


Memang potensi lahan kita masih sangat luas, banyak lahan-lahan yang kritis, tidak produktif. Banyak hutan-hutan yang sudah gundul, yang sudah tidak memberikan kontribusi proporsional kepada negara dan masyarakat. Selama ini kita belum berdaya untuk bisa memanfaatkannya menjadi produktif dan memberi kontribusi terhadap masalahmasalah yang dihadapi bangsa dan masyarakat. Potensi itu masih terbiarkan, masih disia-siakan, belum disyukuri sebagaimana mestinya. Syukur atas anugerah Illahi akan kemerdekaan, akan potensi yang besar. Namun seolah-olah bangsa kita ini tidak merdeka mengatur sendiri potensi besarnya, bahkan untuk mengatasi masalah-masalah bangsa sendiri.


Ada teman yang bilang, kita baru diantar pada pintu gebang kemerdekaan, hanya di pintu gerbangnya, belum sampai kepada tempat yang penuh dengan kemerdekaan. Harusnya selama 64 tahun Indonesia merdeka, bangsa dan masyarakat kita juga sudah merdeka dan sangat maju. Tetapi itu belum terjadi. Ya.. sebabnya antara lain, kita masih terkotak-kotak, terutama dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada.


Visi nasional kita masih kabur, masih dipahami secara berbeda-beda, masih ditutupi oleh interesinteres pemikiran yang beragam, baik oleh sikap premordialisme, bisnis kelompok dan individual, keuntungan sesaan, sikap-sikap parsial kedaerahan, borok-borok mental korup pejabat, dll.


Di benak kita bangsa Indonesia dpenuhi oleh informasi-informasi yang kontra produktif, sehingga pemikiran dan konsep yang bagus pada awalnya kemudian memasuki tahap selanjutnya seolah-olah memasuki ’wilayah yang kacau’, sehingga kemudian konsep yang bagus tidak bisa berkembang dengan baik.


Ibaratnya seperti bibit unggul yang bagus, dia tumbuh subur dan sehat pada saat di persemaian yang terjaga dan terpelihara. Namun pada saat ditanam di lapangan atau di lahan, bibit tersebut mengalami stagnasi pertumbuhan, sangat tertatih-tatih perkembangannya. Kebun kita ternyata seperti belum disiapkan kondisinya untuk menumbuhkembangkan bibit yang sudah unggul dan baik tadi.


Saya tidak bermaksud kagum buta dengan Malaysia, sebab pada beberapa hal sebenarnya mereka memiliki kekurangan. Namun yang perlu kita lihat adalah sisi positifnya, yaitu bahwa konsep dan pemikiran itu bisa tumbuh dan berkembang dengan baik pada tataran implementasinya di kehidupan dan di lapangan. Kondisi sosial, ekonomi dan politiknya bisa ’dikendalikan’ dengan baik untuk memberikan wilayah yang cocok bagi tumbuh dan berkembangnya konsep-konsep pembangunan yang mensejahterakan, memandirikan negara bangsa dan masyarakatnya.


Industri kelapa sawit Malaysia termasuk lebih unggul dari Indonesia, meskipun mereka juga menggunakan tenaga-tenaga dari Indonesia. Tingkat pendapatan para petani kelapa sawitnya juga sangat baik. Bahkan program pengentasan kemiskinan untuk ’luar bandar’ alias pedesaan, dipercayakan melalui program sawit ini, sehingga angka kemiskinan di Malaysia sudah sangat turun, meskipun ’angka standard’ batas kemiskinannya lebih tinggi dari Indonesia.


Anak-anak Indonesia juga sangat berprestasi di tingkat internasional, juara-juara sains dan teknologi, juara-juara olimpiade fisika, kimia, matematika dunia seolah selalu menjadi lagganan bagi anak-anak Indonesia. Demikian juga bidang-bidang yang lain, anak-anak Indonesia sangat hebat. Namun bila anak-anak itu meneruskan studinya di Indonesia, potensi yang bagus tadi sulit berkembang. Namun bila anak-anak berprestasi hebat tadi melanjutkan studi di luar negeri yang bagus sistem pendidikannya mereka menjadi sangat hebat.


Pada dunia pertanian dan tanaman memang seringkali begitu, dan dapat dijadikan ilustrasi terhadap ’dunia’ lain pada kehidupan sosial budaya. Bibit yang unggul jika ditanam di tanah-tanah yang tidak kondusif, yang tidak subur dengan cekaman iklim mikro dan makro yang tidak menguntungkan, maka bibit unggul tadi tidak akan tumbuh dengan baik. Seandainya dia terus tumbuh, akan mengalami stress, bisa jadi lantas dikeluarkan bunga dan buah yang tidak semestinya. Tanaman demikian tidak akan menghasilkan produksi yang baik, namun hanya sekedar dapat melanjutkan regenerasinya untuk keturunannya kelak, meskipun dengan mutu keturunan yang kurang baik.


Tanah yang tidak kondusif biasanya bersifat asam, karena memang sedang bermasalah aerasinya, mikrobanya menjadi sangat homogen, reaksi-reaksinya dominan anaerob, pembakaran yang sempurna tidak terjadi karena Oksigennya kurang terakses. Bisa jadi airnya terlalu jenuh, atau struktur tanahnya yang terlalu liat, tidak porous alias porositasnya sangat rendah.


Maka yang akan terjadi adalah dominansinya mikroba-mikroba anaerob yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak bereaksi sempurna dengan Oksigen. Maka yang dominan adalah senyawa-senyawa dengan gugus negatif yang bereaksi masam. Tanah menjadi jenuh dengan racun yang akan merusak atau melumpuhkan ujung-ujung serabut akar tanaman yang sangat peka. Unsur-unsur hara tidak lagi tersedia dengan bebas, namun terjerap atau dikungkung dengan koloid-koloid organik atau koloid-koloid mineral lainya yang tidak sanggup ditarik oleh ujung akar tanaman. Dengan demikian lingkungan kimia tanah tidak memungkinkan bibit tanaman tadi menampilkan potensi keunggulanya.


Demikian juga dengan lingkungan biologisnya, dalam kondisi cekaman tanah yang demikian, kehidupan mikrobiologis di tanah tidak terjadi secara seimbang. Awalnya mungkin ada, namun kemudia karena kondisi tidak kondosif, aerasi kurang, Oksigen tidak mencukupi, struktur tanah tidak proporsional, maka makhluk-makhluk renik tidak bisa berkembang secara hetergen, namun hanya jenis-jenis mkroba tertentu lah yang dapat bertahan.


Lingkungan fisik yang mencekam seperti suhu udara ekstrim, tiupan angin dan udara yang ekstrim, air yang tersedia berlebih atau tidak ada air sama sekali, membuat bibit tidak dapat mengembangkan potensi keunggulannya.


Lalu bagaimanakah caranya akar tanaman atau bibit yang unggul tadi dapat mengembangkan potensinya? Maka kita harus mengembalikan lagi fungsi tanah sehingga secara fisik, kimia, biologis tanah menjadi sangat kondisif bagi pertumbuhan bibit tanaman. Ada beberapa yang harus dilakukan antara lain sebagai berikut :


Pertama.

Kalau lahan kita tergenang air cukup lama, maka kita harus membuat saluan-saluran drainage yang cukup Dengan drainage yang cukup maka tanah tidak jenuh dengan air dan diatur kondisi kelembaban tanahnya yang cukup. Udara yang membawa O2, N2, dan lain-lain akan dapat memasuki pori-pori tanah dengan lebih dalam.


Mikroba-mikroba yang ada dan idup di dalam tanah akan tercukupi udara dengan proporsional, maka mikroba-mikroba yang hidup lebih banyak dan beragam jenisnya. Mikroba dapat hidup berasal dari bahan-bahan organik sebagai makanannya, dengan kondisi yang optimal aerasi dan iklim mikronya suhu, kelembaban tanah, kandungan air) maka mikroba akan bekerja secara optimal. Hasil kerja mikroba adalah berupa senyawa-senyawa organik yang lebih sederhana, CO2 dan H2O. Dalam bekerja, mikroba tadi memerlukan O2 dan kondisi lainnya yang optimal.


Dalam kehidupan nyata lingkungan sosial, ekonomi, ideologi, politik, budaya, dll. Manusia yang tidak kondusif barangkali disebabkan oleh air kehidupan atau rejeki yang tidak merata, maka perlulah diciptakan drainage-drainage kesetiakawanan sosial yang mengalirkan sebagian rejeki, rasa aman, rasa adil kepada wilayah-wilayah yang kurang tercukupi oleh rasa makmur, rasa aman dan rasa adil tadi.


Saluran-saluran drainage yang cukup akan membuat kehidupan masyarakat hidup dengan amat beragam. Semua orang dapat bekerja karena memiliki modal sosial, modal rasa keamanan, modal rasa keadilan yang cukup yang berasal dari area-area yang berlebih melalui saluran-saluran dainage kesetiakawanan sosial, kesetiakawanan budaya, kesetiakawanan berketuhanan, dll.


Seluruh pori-pori kehidupan bermasyarakat mendapatkan udara yang cukup dengan ’bunga-bunga’ Oksigen kehidupan. Dalam kondisi bekerja yang cukup, baik para pekerja akan dapat menghasilkan sesuatu yang berguna sesuai dengan bidangnya masing-masing. Hasil kerja itu laksana enzim yang berguna bagi proses hidup selanjutnya, hasil kerja itu laksana CO2 dan H2O yang berfungsi bagi makhluk yang lebih besar (bibit unggul tanaman) tadi untuk proses fotosintesisnya kelak.


Seandainya sebagian mikroba sudah sangat homogen, maka diperlukan injeksi sumber-sumber mikroba baru yang heterogen yang berasal dari Sapi (atau sumber kehidupan lain yang aktif) yang hidup di daerah setempat. Supaya tanah akan kaya lagi dengan jenis-jenis kehidupan mikro sebagaimana kondisi idealnya pada masa awal-awal sebelum masa atau suasana yang mencekam itu terjadi.


Penulis pernah mengenalkan Sistem Injeksi Mikroba dan Oksigen (SIMO) untuk pola pemupukan tanaman Aren. Tidak lain adalah agar tanah dapat kondosif bagi kehidupan akar tanaman sampai pada batas kedalaman tertentu. Dengan demikian akar akan sangat berkembang lebih dalam lagi dan lebih banyak tersebar. Pada gilirannya unsur hara, air, dll. yang diangkut akan akan menjadi lebih banyak dan mampu menopang kebutuhan bagi tumbuh dan berkembangnya bibit unggul tadi. Dengan demikian bibit unggul tadi dapat mengeluarkan, membuktikan diri, menunjukkan potensi keunggulannya yang hebat dengan produktifitas yang maksimal.


Kedua.

Namun seringkali kondisi alam saling mempengarhi satu sama lain. Cuaca di atas tanah mempengaruhi keadaan di dalam tanah, mempengaruhi pula sistem interaksi antar komponen-kompnen di dalamnya. Keadaan curah hujan, keadaan suhu dara, berhembusnya angin, pancaran sinar matahari yangberasal dari lingkungan di atas tanah berpengaruh kepada lingkungan di dalam tanah. Dtruktur tanah porositas tanah, kandungan organik tanah, kandungan mineral tanah, keanekaragaman mikroba tanah, sifat-sifat kimia tanah, dll. Juga satu sama lain saling berinteraksi baik dengan sesamanya maupun dengan komponen iklim di atas tanah.


Demikian juga dalam kehidupan ekologi manusia yang sangat dipengaruhi oleh situasi global dunia, situasi politik nasional sampai daerah, kondisi sosial budaya ekonomi keuangan ideologi dan keamanan serta hukum. Ibarat lingkungan di atas tanah, mereka juga saling berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lainnya.

Komponen-komponen lingkungan makro tadi juga santat mempegaruhi sistem di dalam kehidupan manusia sehari-hari, apakah kondosif atau repressif alias tercekam.


Memang keadaan-keadaan ekstrim bisa merangsang munculnya interaksi-interaksi lain yang membuat tantangan baru yang lebih memacu keadaan tertentu Keadaan situasional ini kadang memicu potensi lain di luar kebiasaan, yang kadang bisa menguntungkan untuk jangka waktu tertentu. Namun bisa jadi keadaan ekstrim juga akan mematikan atau melemahkan potensi yang ada, yang membuat pertumbuhan dan perkembangan menjadi stagnan alias mandeg. Pada situasi ini, bisa bertahan hidup dalam siklus yang biasa-biasa saja sudah patut untuk disyukuri.


Bagaimana menurut Anda??