........Selamat Hari Jadi Kab. Nunukan ke 13 tgl 12 Oktober 2012.......

Selasa, 08 Februari 2011

Perbaikan tata niaga beras di Krayan

Perbaikan tata niaga beras di Krayan mampu memberi nilai tambah milyaran rupiah kepada Petani

Oleh : Ir. Dian Kusumanto

Tata niaga beras di Krayan sekarang mulai terasa ada peningkatan. Peningkatan itu dirasakan oleh para petani karena dua hal, yaitu harganya yang naik dan adanya pedagang yang datang mengambil. Tidak seperti dulu, sekitar 1-2 tahun yang lalu, harga beras relative masih sangat murah dan menjualnya juga harus dilakukan sendiri-sendiri sampai ke Ba’kelalan dengan digendong.

Keadaan sebelumnya

Sebenarnya sudah lama dirasakan kenapa tata niaga beras Krayan itu seolah sulit keluar dari belenggu ketidakadilan yang tidak memihak para petaninya. Selama ini rasanya sangat sulit menembus harga jual lebih dari 13 Ringgit Malaysia (RM 13.00) untuk setiap gantang beras di pedagang Ba’kelalan Malaysia. Harganya selama ini hanya berkisar antara RM 7.00 sampai RM 13.00 per gantang beras. Selama ini kita seolah tidak berdaya dengan permainan para ‘mafia’ beras Krayan yang ada di Ba’kelalan tersebut. Karena mereka dengan seenaknya saja menetapkan harga belinya, sebab petani tidak mungkin akan membawa kembali beras yang mereka bawa ke Ba’kelalan itu.

Perilaku ‘mafia’ beras di Ba’kelalan itu semakin menjadi, manakala mereka menetapkan tarif uang pungutan hanya untuk melewati ‘gate’ yang masuk ke wilayah mereka. Bahkan tidak segan-segan untuk memotong jembatan yang biasa diseberangi oleh sarana angkutan yang ada. Hal ini sudah terjadi sekian lama, dan masih saja terjadi. Dengan demikian mereka seolah bisa memaksa para petani untuk hanya bergantung kepada mereka ini. Keadaan seperti inilah yang tidak menguntungkan bagi para petani di Krayan, sebab sebenarnya beras Krayan bisa dijual lebih tinggi lagi.

Beras Krayan yang sudah ditangan para pedagang di Ba’kelalan ini selanjutnya akan dijual lagi ke wilayah perkotaan lainnya di Malaysia, seperti di Kota Lawas, Kota Miri dan bahkan sampai ke Brunei. Di kota-kota itu beras Krayan sudah bernilai lebih tinggi lagi yaitu sekitar RM 20 sampai RM 25 bahkan lebih. Takaran yang dipakai untuk perdagangan beras di Ba’kelalan adalah gantang. Setiap satu gantang itu sama dengan sekitar 3,5 kg. Jadi sejak lama para pedagang di Ba’kelalan ini menikmati ketidakadilan tata niaga yang sangat njomplang alias tidak wajar. Mereka tekan harga serendah-rendahnya meskipun tidak masuk akal asal petani mau menjual karena terpaksa. Sepertinya mereka memainkan psikologis para petani ini menjual dalam keadaan terpaksa, sehingga harga menjadi sangat murah.

Maka harga yang selama ini ditetapkan sebenarnya harga yang dimainkan karena kelemahan psikologis para petani Krayan yang memang masih lemah baik secara kelembagaan, modal dan juga aksesnya. Tidak ada pilihan lain selain hanya kepada pedagang di Ba’kelalan ini. Boleh dikatakan kalau harga yang terjadi itu adalah ‘harga psikologis’. Sebab kalau dihitung dengan kalkulasi alur tata niaga yang adil, pedagang tidak boleh terlalu berlebih-lebihan mengambil keuntungan, sementara para petani sebagai penghasil beras sudah mengeluarkan segala daya upaya sehingga produk berupa beras itu sampai pada pedagang. Sebab tanpa ada jerih payah petani itu, pedagang beras di Ba’kelalan juga tidak mungkin bisa berbisnis dan mendapatkan penghasilan.

Keadaan seperti ini tidak boleh terjadi selamanya, harus berubah menjadi tata niaga yang lebih adil. Sebenarnya yang mempunyai produk beras itu kita sendiri, para petani di Krayan, sedangkan para pedagang itu sebenarnya sangat tergantung oleh barang dagangan itu. Tetapi selama ini keadaannya sangat terbalik 180 derajat. Para petani yang mempunyai produk yang seolah tergantung oleh para pedagang di Ba’kelalan. Keadaan ini harus dibalik, posisi tawar para petani harus lebih kuat, sehingga ada keadIlan dalam hubungan tata niaga, sehingga sama-sama menguntungkan.

Oleh karena itulah maka perlu diperjuangkan system tata niaga beras yang lebih adil sehingga para petani akan menikmati hasil usahanya dengan lebih baik lagi. Penulis memandang bahwa langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai keadilan tata niaga itu adalah sebagai berikut :

1. Persatuan diantara para petani, kelompok tani dan gabungan kelompok tani di Krayan.

2. Tumbuh dan berkembangnya para pedagang beras

3. Persatuan para pedagang beras di Krayan untuk menghadapi pedagang di luar Krayan

4. Diperlukan peran control pemerintah untuk mengatur arus beras ke luar Krayan

5. Mengurangi ketergantungan pasar di Ba’kelalan, harus terus dicari akses ke tujuan pasar lainnya.

6. Stimulasi Pemerintah dalam permodalan yang mendukung tata niaga beras Krayan.

Keadaan sekarang

Meskipun beberapa langkah di atas belum sepenuhnya dilakukan, maka semenjak setahun terakhir ini, hasil perbaikan tata niaga yang berkeadilan ini mulai kelihatan. Sekarang sudah dirasakan harga beras di Ba’kelalan sampai RM 15.00 bahkan sampai RM 18.00. Kalau harga beras Krayan seperti ini bisa bertahan lama, atau setidaknya bisa stabil di harga rata-rata RM 15.00 per gantang, maka berarti ada peningkatan sekitar RM 5.00 dibanding keadaan sebelumnya. Itu artinya, jika selama setahun volume beras yang diperdagangkan melalui Ba’kelalan itu mencapai 2.000 ton atau sekitar 571.500 gantang, maka ada nilai tambah sekitar RM 2,857 juta atau kalau dalam rupiah senilai sekitar RP 8 milyard dalam setahun.

Rp 8 milyard dalam setahun ini nilai tambah yang tidak sedikit. Karena dengan dana sebesar itu banyak yang bisa dilakukan untuk lebih memperkuat posisi tawar para petani di Krayan.

Di bawah ini digambarkan perbandingan keadaan sekarang dan keadaan sebelumnya yaitu keadaan sebelum tahun 2010.

Tabel 1. Perkembangan Sistem Perberasan di Krayan


Perkembangan Sistem Perberasan di Krayan


dan Program LDPM Bidang Ketahanan Pangan



No.

Uraian

Sebelum LDPM

Sesudah LDPM



1.

Waktu

Sebelum Tahun 2010

Setelah Januari 2010


2.

Pelaksana LDPM

-

Gapoktan Yuvai Semaring


3.

Pelaku Distribusi Pangan

- Petani sendiri

- Pedagang Ojek


- Pedagang Ojek

- Gapoktan LDPM


4.

Pola tata niaga


~ Perilaku Pedagang Beras

Belum banyak pedagang yang membeli beras di petani.

Sudah mulai ada pedagang beras (ojek, mobil)


di Krayan




~ Perilaku Petani

Petani sering/selalu membawa/ menjual sendiri

Petani jarang/tidak ada yang membawa/ menjual sendiri




~ Perilaku Pedagang Beras

Pedagang Ba'kelalan tidak pernah membeli beras ke Krayan

Pedagang Ba'kelalan pernah/ sering membeli beras ke Krayan


Ba'kelalan




~ Peran Gapoktan

Gapoktan sudah mulai ada tetapi belum mengelola distribusi beras

Gapoktan mulai aktif dan mengelola distribusi beras





5.

Peran Pemerintah


~ Camat Krayan

-

Ada melarang beras keluar dari Krayan pada bulan-bulan tertentu





~ Pemda (SOA)

Belum dimanfaatkan untuk angkutan beras keluar Krayan

Dimanfaatkan untuk distribusi beras ke Nunukan




~ BKP3D (Dana APBN)

Belum ada Program LDPM

Ada program LDPM untuk Gapoktan Yuvai Semaring




Rp 150 juta (2009)


Rp 75 juta (2010)



Tabel 2. Perkembangan Harga Beras di Krayan dan di Ba'kelalan


Perkembangan Harga Beras Krayan Sebelum dan Sesudah

Program LDPM Bidang Ketahanan Pangan

No.

Uraian

Sebelum LDPM

Sesudah LDPM

Peningkatan

1.

Waktu

Sebelum Tahun 2010

Setelah Januari 2010

2.

Pelaksana LDPM

-

Gapoktan Yuvai Semaring

3.

Pelaku Distribusi Pangan

- Petani sendiri

- Pedagang Ojek

- Pedagang Ojek

- Gapoktan LDPM

4.

Harga Beras Tingkat Petani :

- Di Long Bawan

~ Harga terendah

Rp 90.000,-/kaleng

Rp 130.000,-/kaleng

Rp 40.000,-/kaleng

~ Harga sedang

Rp 120.000,-/kaleng

Rp 150.000,-/kaleng

Rp 30.000,-/kaleng

~ Harga tertinggi

Rp 150.000,-/kaleng

Rp 180.000,-/kaleng

Rp 30.000,-/kaleng

RATA-RATA

Rp 120.000,-/kaleng

Rp 150.000,-/kaleng

Rp 30.000,-/kaleng

5.

Harga Beras di Ba'kelalan

~ Harga terendah

RM 7.5 /gantang

RM 9.0 /gantang

RM 1.5 /gantang

~ Harga sedang

RM 10.0 /gantang

RM 15.0 /gantang

RM 6.0 /gantang

~ Harga tertinggi

RM 13.0 /gantang

RM 18.0 /gantang

RM 5.0 /gantang

RATA-RATA

RM 10.0 /gantang

RM 15.0 /gantang

RM 5.0 /gantang

6.

Nilai Pendapatan

Peningkatan

1.000 ton/tahun (Asumsi 1)

- Di Long Bawan

= 71.428 kaleng/ tahun

8,571,360,000

Rp 10,714,200,000

Rp 2,142,840,000

- Di Ba'kelalan

= 285.714 gantang/ tahun

2,857,140.00

R 4,285,710.00

R 4,285,710.00

(RM 1.00 = Rp 2.850)

8,142,849,000

Rp 12,214,273,500

Rp 4,071,424,500

2.000 ton/tahun (Asumsi 2)

- Di Long Bawan

= 142.857/ tahun

17,142,720,000

Rp 21,428,400,000.00

Rp 4,285,680,000

- Di Ba'kelalan

= 571.428 gantang/ tahun

5,714,280

R 8,571,420.00

R 4,285,710.00

(RM 1.00 = Rp 2.850)

16,285,698,000

Rp 24,428,547,000.00

Rp 8,142,849,000

7.

Sistem Perdagangan Beras

~ Ojek ke Ba'kelalan

Jumlah Ojek (Rit/hari)

30

60

30

(Rit/bulan)

900

1,800

900

(Rit/tahun)

10,800

21,600

10,800

Jumlah Beras (kg/hari)

3,000

6,000

3,000

(Kg/bulan)

90,000

180,000

90,000

(Kg/tahun)

1,080,000

2,160,000

1,080,000

Keterangan : 1 rit = 100 kg

~ Gapoktan/Koperasi

- Yuvai Semaring (LDPM)

a. Beras (kg)/tahun

-

16,505

16,505

b. Gabah (kg)/tahun

-

19,019

19,019

- Lain-lain

-

belum ada data

8.

Proyeksi Pendapatan Petani

Peningkatan

- 100 kaleng Beras/KK/tahun

(Rp/tahun/KK)

~ Harga terendah

9,000,000

13,000,000

4,000,000

~ Harga sedang

12,000,000

15,000,000

3,000,000

~ Harga tertinggi

15,000,000

18,000,000

3,000,000

RATA-RATA

12,000,000

15,000,000

3,000,000

- 150 kaleng Beras/KK/tahun

~ Harga terendah

13,500,000

19,500,000

6,000,000

~ Harga sedang

18,000,000

22,500,000

4,500,000

~ Harga tertinggi

22,500,000

27,000,000

4,500,000

RATA-RATA

18,000,000

22,500,000

4,500,000

- 200 kaleng Beras/KK/tahun

~ Harga terendah

18,000,000

26,000,000

8,000,000

~ Harga sedang

24,000,000

30,000,000

6,000,000

~ Harga tertinggi

30,000,000

36,000,000

6,000,000

RATA-RATA

24,000,000

30,000,000

6,000,000

FUCOIDAN SENYAWA ANTI KANKER PADA RUMPUT LAUT

FUCOIDAN SENYAWA ANTI KANKER PADA RUMPUT LAUT

By Dian Kusumanto


Rumput laut mengandung komponen unik yang kuat berupa fucoidan, alginates, dan polifenol. Komposisi tersebut mirip air susu (breast milk), sehingga kerap disebut brown milk. Ini menjadi senjata rahasia sehat orang Tongans (penduduk Kerajaan Tonga yang terletak di Lautan Pasifik, berdekatan dengan Hawaii, Selandia Baru, Fiji, dan Samoa) selama berabad-abad.

Na-Alginat (atau Natrium Alginat / Alginat / Algin) merupakan zat yang terdapat pada rumput laut coklat (Phaeophyceae). Rumput laut coklat penghasil alginat (alginofit) biasanya tumbuh di perairan sub tropis terutama untuk jenis Macrocytis, Laminaria, Aschophyllum, Nerocytis, Ecklonia, Fucus dan Sargassum. Sedangkan rumput laut coklat yang tumbuh di perairan tropis seperti di Indonesia terutama jenis-jenis Sargassum, Turbinaria, Padina, Dyctyota dan yang paling banyak ditemukan adalah jenis Sargassum dan Turbinaria.

Di perairan Indonesia terdapat sekitar 28 spesies rumput laut coklat yang berasal dari enam genus diantaranya yaitu Dyctyota, Padine, Hormophysa, Sargassum, Turbinaria dan Hydroclathrus. Spesies rumput laut yang telah diidentifikasi yaitu Sargassum sp. sebanyak 14 spesies, Turbinaria sebanyak 4 spesies, Hormophysa baru teridentifikasi 1 spesies, Padina 4 spesies, Dyctyota 5 spesies dan Hydroclathrus 1 spesies. Jenis-jenis rumput laut tersebut tersebar pada beberapa daerah di Indonesia.

Asam alginat adalah suatu getah selaput (membran mucilage) yang disebut juga gummi alami, sedangkan alginat merupakan bentuk garam dari asam alginat. Gummi alami merupakan suatu polisakarida , dan secara umum polisakarida yang terdapat pada rumput laut disebut phycocolloid. Polisakarida terpenting pada rumput laut coklat adalah asam alginat dan turunannya seperti fucoidan, funoran dan laminaran yang merupakan komponen penyusun dinding sel seperti halnya selulosa dan pektin.

Fucoidan adalah polisakarida kompleks pada dinding sel rumput laut. Berbagai penelitian modern membuktikan, fucoidan yang merupakan komponen terbesar di dalam tumbuhan taut mampu meningkatkan imunitas dengan merangsang produksi sel-sel imun. la juga membantu melawan virus dan bakteri, melawan alergi dan menghambat penggumpalan darah, sehingga memperkecil risiko stroke dan serangan jantung.

Dapat pula menurunkan kadar kolesterol darah, menurunkan tekanan darah tinggi, menstabilkan kadar gula (glukosa) darah dengan memperlambat pelepasan glukosa ke dalam darah, meredakan gangguan pencernaan dengan mencegah masuknya bakteri Helicobacter pylori, meningkatkan fungsi lever, menjaga kelembaban dan kekencangan kulit, serta menghambat pertumbuhan sel abnormal.

Beberapa tahun yang lalu, kelompok Dr. Frenette melaporkan bahwa senyawa fukoidan, kedua, yang disintesis oleh rumput laut tertentu, juga bisa memacu sel-sel batang ke dalam tindakan. Kelompok ini berspekulasi bahwa turunan rumput laut mungkin bekerja dengan meniru suatu senyawa yang serupa, yang disebut sulfatide, alami terdapat dalam jaringan mamalia.

Penelitian menunjukkan bahwa polisakarida dalam rumput laut bisa merusak sel-sel kanker. Itu sebabnya dahulu di Mesir rumput laut digunakan untuk terapi kanker payudara. Rumput laut juga merupakan multivitamin alami yang memiliki aktivitas antitumor secara konsisten.

Rumput laut tidak mengandung lemak yang bermakna, tetapi kaya selenium yang bersifat antioksidan. Ini artinya rumput laut mampu membantu tubuh mencegah penyerapan zat kimia beracun, termasuk sampah radioaktif dan polusi.

Peranan senyawa Fukoidan untuk membasmi kanker juga terungkap dalam suatu Konverensi di Timur Tengah baru-baru ini. Konferensi Internasional Kemajuan Riset Kanker yang diadakan di sini 07-10 Maret, 2010 di Laut Mati. Hal diatas diungkapkan dari hasil penelitian tentang Limfoma oleh Mohammad Irhimeh, Ph.D., asisten profesor hematoncology dan sel batang di Universitas Hashemite di Yordania.

Limfoma merupakan kanker dari sistem kekebalan tubuh dan diklasifikasikan ke dalam Hodgkin dan jenis non-Hodgkin, yang kemudian diklasifikasikan lebih lanjut menjadi sel-B dan kelompok T-sel.

"Beberapa bentuk limfoma sel-B sangat resisten terhadap pengobatan standar dan dengan demikian terapi baru diperlukan," kata Mohammad Irhimeh, Ph.D., Asisten Profesor hematoncology dan sel batang di Universitas Hashemite di Yordania. "Dalam studi ini, kami melihat strategi pengobatan baru menggunakan senyawa aktif baru yang berasal dari sumber alami Rumput laut"

Rumput laut mengandung fucoidan, sebuah polisakarida tersulfatasi mirip dengan heparin dalam struktur kimia, telah dilaporkan memiliki aktivitas anti-tumor pada tikus dan beberapa baris sel.

Untuk studi saat ini, Irhimeh dan koleganya di University of California, Berkeley, dan Royal Hobart Hospital di garis limfoma sel Australia diperlakukan dengan ekstrak rumput laut yang tersedia secara komersial.

Sangat dianjurkan mengonsumsi rumput laut selama menjalani terapi kemo. Nutrisi yang optimal dalam rumput laut membuatnya mampu memberikan fungsi imun terbaik, merevitalisasi tubuh, mendukung kesehatan jantung, memperbaiki pencernaan, menguatkan sistem saraf, dan menyeimbangkan hormon. Bahan pangan ini juga baik untuk menyehatkan rambut, memperkuat kuku dan gigi.

Produk makanan kesehatan yang berbahan dasar Rumput Laut sudah sangat banyak. Produk yang sangat terkenal dari Amerika dan China,antara lain adalah :

1. UMI Produk dari AGEL dari Amerika
2. Nutrilife Brown Seaweed dari
3. Supa fuco dari China
4. Fucoidan dari Leili Natural Products Co., Ltd China
5. UMI NO SHIZUKU FUCOIDAN dari Kamerycah Inc. Amerika
6. Super Sea Veg®
7. Limu Moui dan EasyLimu The Limu Company.
8. Dan lain-lain.

Adapun kandungan dan manfaat dari salah satu produk di atas, yaitu NUTRILIFE BROWN SEAWEED per 1800 mg adalah mengandung :

· Vit B1 (Thiamine) 36 mcg
· Vit B2 (Riboflavin) 63 mcg
· Vit B3 (Niacin) 189 mcg
· Vit B12 (Cyanocobalamin) 0,61 mg
· Vit E 0,54 I.U.
· Folic Acid 7,20 mcg
· Calcium 38,70 mg
· Chromium 9 mcg
· Copper 9 mcg
· Iron 0,69 mg
· Magnesium 12,06 mg
· Manganese 32,40 mcg
· Selenium 0,68 mcg
· Zinc 91,80 mcg
· Alginates 900 mg
· Fucoidan 72 mg

Nutrilife Brown Seaweed dapat dikonsumsi untuk :

1. Membantu memulihkan fungsi motorik dan sistem saraf pasca stroke
2. Mencegah stroke dengan cara meningkatkan metabolisme lemak dalam darah
3. Membantu mengencerkan darah sehingga mencegah penyumbatan pembuluh darah.

Apakah jenis rumput lain seperti Euchema cotoni dan Euchema spinosum juga mimiliki kandungan fucoidan?? Inilah yang kita tunggu-tunggu. Sebab kedua jenis rumput laut ini banyak tersebar dan dibudidayakan dalam jumlah besar di negeri kita tercinta ini. Mari kita tunggu para peneliti kita untuk mengungkapkan rahasia ini.

Bagaimana menurut Anda??


Referensi :

Kamis, 23 Desember 2010

MENATA INDUSTRI GULA AREN UNTUK BAHAN BAKU KECAP YANG AMAN

MENATA  INDUSTRI   GULA AREN  UNTUK  BAHAN  BAKU KECAP  YANG  AMAN

Oleh : Dian Kusumanto


Beberapa bulan yang lalu kita sempat dikejutkan dengan ditariknya produk Mie instan asal Indonesia di luar negeri.   Kita sebagai bangsa yang ikut bangga karena produk Indonesia sudah mendunia jadi merasakan kekhawatiran juga, meskipun toh itu persoalan intern di produsennya.  Produk yang dimaksud adalah Indomie instan yang diedarkan di Taiwan.

Taiwan memang dikenal sebagai negara yang tingkat konsumsi mie perkapitanya paling tinggi se dunia, kalau tidak salah sekitar 65 bungkus/kapita/tahun, sedangkan Indonesia mencapai 35 bungkus/kapita/tahun, lebih tinggi sdikit dibandingkan dengan negara asal mie itu sendiri yaitu China yang mencapai 34 bungkus/kapita/tahun.   Produk mie instan yang sudah mendunia itu antara lain adalah produksi Indonesia, yaitu Indomie.

Ternyata yang menjadi titik masalah bukan berasal dari bahan utama mienya, tetapi dari bumbu tambahannya yaitu kecapnya.  Memang kecap biasanya ditambahkan pada mie goreng instan, sebagai penyedap dan pembentuk warna agak gelap.   Sebenarnya bumbu kecap yang ada pada Indomie Goreng instan ini hanya sedikit saja, yaitu sekitar 4 gram, dari mie instan yang beratnya hampir 100 gram.   Namun ternyata pada kecap inilah bahan yang menjadi sebab penarikan  produk tersebut terkandung.  Dalam mi instan, bahan nipagin hanya terdapat dalam bumbu kecap yang beratnya sebesar 4 gram, sehingga kandungan nipaginnya hanya sebesar satu miligram per bungkus mi instan.

Zat pengawet yang ditengarai menjadi penyebab penarikan mie instan di Taiwan adalah Nipagin atau methyl p-hydroxybenzoate.  Zat pengawet ini terdapat pada kecap yang disertakan dalam kemasan mie instan khususnya jenis mie goreng. 

" Zat pengawet nipagin digunakan dalam kecap mie instan buatan Indofood.  Tapi kalau sausnya menggunaan pengawet lain yaitu asam benzoat. Tentunya, kandungan pengawet dalam Indomie sudah memenuhi syarat aman yang ditentukan. Bahkan, kandungannya jauh sekali di bawah ambang batas yang dapat diterima tubuh untuk konsumsi sehari-hari atau ADI (Acceptable Daily Intake),"  ungkap Roy Sparingga, Deputi Keamanan Makanan Badan POM, kepada KOMPAS.com, Senin (11/10/2010).

 

Penggunaan Nipagin telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 722 Tahun 1988 tentang bahan tambahan pangan. Apabila dipakai dalam produk kecap, penggunaan batas maksimum adalah 250 mg per kg. Dalam makanan lain, kecuali daging, ikan dan unggas, batas maksimum penggunaan adalah 1.000 mg per kg.

 

Nipagin atau metil p-hidroksibenzoat memiliki nama lain yaitu metilparaben dengan rumus kimia CH3(C6H4(OH)COO). Metilparaben adalah jenis araben yang dapat dihasilkan secara alami dan ditemukan di sejumlah buah-buahan terutama blueberry. Paraben yang banyak digunakan adalah propilparaben dan butilparaben.

 

Paraben secara teknis dikenal sebagai ester dari asam para-hidroksibenzoat. Bahan ini dikembangkan dari asam organik dan alkohol. Walaupun dapat dihasilkan secara alami, namun karena penggunaanya secara masal, paraben diproduksi dengan cara sintetis.

 

Sejauh ini belum ada bukti bahwa metilparaben dapat menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan pada konsumsi tertentu. Metilparaben juga dapat dimetabolisme oleh bakteri tanah sehingga benar-benar terurai. Metilparaben mudah diserap dari saluran pencernaan atau melalui kulit. Di dalam tubuh metilparaben dihidrolisis menjadi asam p-hidroksibenzoat dan cepat dikeluarkan tanpa akumulasi dalam tubuh.   Pada makanan, metilparaben dapat ditemukan pada produk seperti :  Kecap,  Sereal, Produk Roti, Produk Susu Beku,  Minyak dan Lemak,  Selai, Sirup, Produk Coklat dan Kakao,  Minuman Kaleng, Bumbu-bumbu Kemasan,  Produk Daging, Ikan dan Unggas.

 

Dari kajian persyaratan di beberapa negara seperti Kanada, Amerika Serikat, batas maksimum nipagin dalam pangan yang diizinkan itu 1.000 mg per kg. Sedangkan di Singapura dan Brunei Darussalam, batas maksimumnya dalam kecap 250 mg per kg dan di Hongkong sebesar 550 mg per kg.

Berdasarkan data Badan POM, hingga saat ini, jumlah produk mie instan yang terdaftar di Indonesia adalah 663 item jenis dalam negeri dan 466 item jenis luar negeri.

 

Rupanya tidak hanya mi instan saja yang tak bisa masuk Taiwan lantaran mengandung bahan pengawet, tapi gula merah dan permen merek tertentu dari Indonesia juga dilarang masuk Taiwan. Tudingannya sama saja, yaitu mengandung bahan berbahaya.

“Untuk gula merah ditemukan mengandung pemutih, sehingga tidak bisa masuk Tiawan,” kata Bambang Mulyatno, Kepala Bidang Perdagangan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) untuk Taipei di sela-sela rapat kerja di komisi VI DRP RI di Jakarta, Senin (11/10). Adapun untuk permen, pihak Departemen Kesehatan Taiwan juga menemukan adanya bahan berbahaya yang tidak bisa dikonsumsi oleh masyarakat Taiwan.  Temuan kandungan pemutih pada gula merah dan permen yang bermasalah tersebut pernah terjadi sebelumnya.

Kalau kita amati apa saja komposisi pada Indomie “Mi Goreng Kriuuk.. 8x pedas” yang ada di pasaran, adalah sebagai berikut;

MI : Tepung terigu, minyak sayur, tepung tapioka, garam, pengatur keasaman, pemantap, mineral (zat besi), anti oksidan (TBHQ), pewarna makanan (Tartrazin Cl 19140).

BUMBU :  Gula, garam, penguat rasa mononatrium glutamat (MSG), cabe merah kering, perisa ayam, bubuk bawang putih, bubuk bawang merah,bubuk lada dan vitamin (A, B1, B6, B12, Niasin, Asam Folat, Pantotenat).

MINYAK :  Minyak sayur, cabe merah, bawang merah dan bawang putih.

KECAP MANIS : Gula, air, garam, kedelai, dan pengawet (natrium benzoat, metil p-hidroksibenzoat).

SAUS CABE : Cabe, gula, garam, rempah-rempah, pengental dan pengawet (natrium benzoat).

 

Di setiap negara, batas maksimum pemakaian metil p-hidroksibenzoat atau nipagin atau metilparaben berbeda-beda. Di Kanada dan Amerika Serikat, batas maksimum penggunaan nipagin dalam pangan yang diijinkan adalah 1000 mg/kg. Sedangkan di Singapura dan Brunei Darussalam, batas maksimum penggunaan adalah 250 mg/kg dan di Hongkong sebesar 550 mg/kg. Di Indonesia, batas maksimum penggunaan yang diijinkan adalah 250 mg/kg.

 

 

Gula merah dalam komposisi kecap

Seperti kita ketahui, kecap (yang manis bukan kecap asin) biasa dibuat dari aneka bahan nabati yang berasal dari kacang-kacangan, bumbu rempah maupun bahan yang mengandung protein hewani, dan yang paling dominan adalah gula merah.   Gula merah dalam pembuatan kecap ini bisa berasal dari gula kelapa, gula merah dari tebu, gula merah dari siwalan atau gula merah dari Aren alias gula Aren.  Gula merah sebagai komponen utama pembuatan kecap digunakan dalam jumlah lebih dari 60 % bahan.

Di bawah ini disajikan perbandingan komposisi bahan utama pembuatan kecap dari berbagai jenis kecap yang berasal dari berbagai sumber.

No.

Jenis Kecap

Gula Merah

Kedelai

Bahan utama lainnya

Air

1.

Kecap Manis

(idea_boedi)

2 kg

0,5 kg (kedelai hitam)

-

4 liter

2.

Kecap Manis  Air kelapa (Tabloid Lezat)

0,6 kg

-

Air Kelapa  4 liter

-

3.

 Kecap Manis

6 kg

1 kg (kedelai hitam/putih)

0,8 kg garam

5,5 liter

4.

Kecap Air Kelapa (LIPI)

0,8 kg

0,2 kg kedelai bubuk

Air kelapa 2 liter,

keluwek 0,12 kg

-

(Diolah dari berbagai sumber oleh Aren Foundation 2010)

Lalu dimana letak masalahnya??

Letak masalahnya ada pada produsen gula merah yang kebanyakan adalah para perajin kecil yang kurang memperhatikan atau tidak mempedulikan mutu hasil dari gula merah itu.   Lalu dimana letak kesalahannya?   Ya, karena konsumen dalam hal ini pengguna produk (Indofood) belum sepenuhnya bisa mengontrol mutu gula merah dari para pemasoknya.   Para pemasok gula merah ini mengandalkan sebagian besar produk gula merah dari para perajin-perajin kecil yang jumlahnya sangat banyak itu.    Dapat dikatakan bahwa titik pangkat masalah itu bertumpu pada para produsen gula merah alias para perajin sekaligus penderes atau penyadap untuk gula merah, baik dari tanaman kelapa maupun aren.

Kalau kita coba untuk mengurai masalahnya, maka beberapa hal di bawah ini bisa jadi merupakan penyebabnya, yaitu antara lain :

1.       Mutu nira yang cenderung cepat menurun karena cepat mengalami fermentasi , sehingga para perajin/ penderes cenderung menggunakan bahan pengawet nira yang berlebihan atau tidak terukur.

2.       Cepat menurunnya mutu nira atau terjadinya fermentasi yang terjadi karena system penyadapan belum dilakukan secara baik dan steril, wadah penampungan kotor dan tidak steril, kebersihan wadah, pohon dan alat belum terjamin, serta perajin belum paham.

3.       Pola penampungan nira di atas pohon yang memperlambat/memperlama/ mempersulit system kerja perajin.

4.       Jarak antar pohon yang  produktif tidak beraturan atau saling berjauhan dengan tempat penampungan dan pengolahan nira menjadi gula.

5.       Atau secara keseluruhan adalah pola kerja perajin yang belum standard serta keadaan kebun yang belum teratur dan peralatan pemungutan nira, penampungan dan pengolahannya yang masih sangat sederhana.

6.       Bisa dikatakan juga bahwa bentuk-bentuk kemitraan yang ada masih lemah sehingga belum bisa berfungsi efektif pada control mutu gula merah tersebut.

Untuk memperbaiki mutu gula merah yang memenuhi standard sehingga aman untuk berbagai kebutuhan, khususnya dalam hal ini  sebagai bahan baku utama dari kecap, maka perlu dilakukan penataan dan pembenahan serta perbaikan seluruh systemnya.   Menurut saya beberapa hal di bawah ini jika dilakukan akan dapat mengangkat citra gula merah Indonesia lebih baik lagi, upaya dimaksud antara lain :

1.       Membangun pola kemitraan pra produksi, produksi sampai pemasaran gula merah (Aren) yang bisa mengontrol mutu gula merah sesuai standard yang ditetapkan.

2.       Membangun atau memperbaiki system industry gula rakyat  sehingga bisa bekerja sesuai SOP yang sudah disepakati, yang aman sesuai standard yang diharapkan.

3.       Pembinaan kepada para perajin gula merah secara terus menerus yang dilakukan oleh Pemerintah/ Mitra kerja/ pihak-pihak LSM kepada para pelaku usaha.

4.       Meminimalkan bahkan meniadakan penggunaan pengawet yang berbahaya bagi konsumen bahkan bagi para pelaku usaha sendiri.   Sebab pengawet kimia yang tidak alamidan yang berbahaya akan terakumulasi dalam produk gula merah yang dihasilkan dan tidak mengalami degradasi meskipun sudah atau saat pemasakan/ pemanasa, dan bahkan akan teroksidasi menjadi senyawa yang lebih berbahaya pada saat dipanaskan.

5.       Membangun/ menata kebun (kelapa siwalan dan Aren) yang memungkinkan mutu nira bisa dikontrol dengan baik, antara lain dengan beberapa aplikasi sederhana seperti :

a.       Jembatanisasi antar pohon

  • b.      Pipanisasi nira
  • c.       Pengamanan ujung sadapan
  • d.      Pengelolaan penyimpanan dan pengolahan yang cepat bersih dan efisien.
  • e.      Dan lain-lain lagi.

 

Bagaimana menurut Anda???

Senin, 09 Agustus 2010

Diet dan Pola Makan terhadap Diabetes

Diet and Eat Pattern for Diabetics

62. Benarkah penderita diabetes harus membatasi konsumsi nasi?
Penderita diabetes di Indonesia seringkali membatasi konsumsi nasi, sebab diyakini beras merupakan bahan pangan yang memicu hiperglikemik. Pendapat itu tidak sepenuhnya benar, karena beras yang ada di pasaran sangat beragam varietasnya. Hanya beras dengan indeks glikemik tinggi saja yang berpotensi memberikan efek hiperglikemik. Sementara varietas beras indeks glikemik rendah tetap aman dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan.
62. True that diabetics should limit consumption of rice?
Diabetics in Indonesia often restrict consumption of rice, because rice is believed to trigger hyperglicemic foodstuffs. That opinion is not entirely true, because the rice on the market is very diverse varieties. Only the rice with a high glycemic index are potentially hyperglicemic effects. While low glycemic index of rice varieties remain safe to consume an amount not excessive.

63. Apakah yang dimaksud dengan Indeks Glikemik?
Indeks Glikemik adalah tingkatan bahan pangan menurut pengaruhnya terhadap kadar glukosa darah.
63. What is the glycemic index?
Glycemic index food according to the level of effect on blood glucose levels.

64. Apa kriteria dalam menilai Indeks Glikemik suatu bahan pangan?
Nilai indeks Glikemik bahan pangan dikatakan rendah apabila nilai indeks glikemiknya (<55), sedang (55-70) dan tinggi (>70). Jika penderita diabetes mengkonsumsi bahan pangan dengan indeks glikemik tinggi, maka kadar glukosa darahnya akan cepat naik.
64. What is the criteria in assessing the glycemic index of a food?
Food glycemic index value low to say if the index value glikemiknya (<55), medium (55-70) and high (> 70). If people with diabetes consume food with high glycemic index, the blood glucose level will rise quickly.

65. Faktor apa sajakah yang mempengarui besaran Index Glikemik bahan pangan?
Indeks Glikemik (IG) bahan pangan dipengaruhi oleh beberapa besaran komposisi bahan penyusunnya. Yang paling berpengaruh dalam menentukan tinggi rendah kadar indeks glikemik adalah kandungan amilosa, protein, lemak, serat dan daya cerna pati.
65. What are the factors which affects the amount of food Glicemic Index?
Glycemic index (GI) of food materials is influenced by several quantities constituent material composition. The most influential in determining the low levels of high-glycemic index is the content of amylose, protein, fats, fiber and starch digestibility.

66. Apa yang dimaksud dengan daya cerna pati?
Daya cerna pati adalah kemampuan pati untuk dapat dicerna dan diserap dalam tubuh. Karbohidrat yang lambat diserap akan menghasilkan kadar glukosa darah yang rendah dan berpotensi mengendalikan kadar glukosa darah. Daya cerna pati berkaitan dengan kandungan amilosa atau amilopektin di dalamnya. Amilosa dengan rantai lurus lebih sulit dicerna dibandingkan dengan amilopektin yang memiliki rantai bercabang. Sehingga karbohidrat dengan kandungan amilosa tinggi umumnya akan memiliki indeks glikemik rendah dan sangat baik dikonsumsi bagi penderita diabetes.
66. What is the digestibility of starch?
Starch digestibility is the ability of starch to be digested and absorbed in the body. Slowly absorbed carbohydrates will produce a lower blood glucose levels, and potentially controlling blood glucose levels. Starch digestibility associated with the content of amylose and amylopectin in it. Amylose with a straight chain is more difficult to digest than amylopectin which has a branched chain. So that carbohydrates with high amylose content will generally have a low glycemic index and very good for diabetics consumed.

67. Apakah beras merah baik dikonsumsi untuk penderita diabetes?
Beras merah memiliki indeks glikemik 56, sehingga masuk kelompok indeks glikemik sedang. Walaupun demikian beras merah sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes, karena mengandung pigmen antosianin yang melapisi endosperm beras. Pigmen antosianin dapat mencegah komplikasi diabetes dengan cara mengurangi jumlah kolagen abnormal pada pembuluh darah akibat ikatan gula dalama darah dengan protein, mencegah kerusakan limfa, mencegah proliferasi protein abnormal yang dapat menyebabkan kebutaan, meningkatkan adipocytokine gene expression dan jika terjadi disfungsi dapat menyebabkan resistensi insulin. Selain itu beras merah kaya akan serat, sehingga mencegah berbagai penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernakaan antara lain wasir, divertikulosis dan kanker usus besar.
67. Is red rice good for diabetics consume?
Red rice has a glycemic index of 56, so that the incoming medium-glycemic group. Despite this very good red rice is consumed by diabetics, because they contain anthocyanin pigment that coats the rice endosperm. Anthocyanin pigment can prevent diabetic complications by reducing the amount of abnormal collagen in blood vessels due to the recent blood sugar bonds with proteins, preventing damage to the lymph, preventing proliferation of abnormal proteins that can cause blindness, increased adipocytokine gene expression and in case of dysfunction may cause insulin resistance. Also brown rice is rich in fiber, so as to prevent various diseases associated with channels pencernakaan include hemorrhoids, divertikulosis and colon cancer.

68. Apakah manfaat antosianin bagi penderita diabetes?
Penelitian para ahli dari Michigan State University menunjukkan bahwa konsumsi antosianin dapat meningkatkan produksi insulin hingga 50%. Antosianin bekerja dengan cara menetralkan enzim yang dapat menghancurkan jaringan kolagen. Sifat antioksidan dari antosianin akan melindungi jaringan kolagen dari radikal bebas serta memperbaiki protein yang rusak pada dinding pembuluh darah.
68. Does anthocyanin benefit for people with diabetes?
Research experts from Michigan State University showed that anthocyanin consumption can increase insulin production by 50%. Anthocyanin works by neutralizing the enzymes that can destroy the collagen network. Antioxidant properties of anthocyanin protects the collagen network of free radicals and repair of damaged proteins in blood vessel walls.

Dalam artikel sebelumnya sudah dibahas mengenai pengaruh buruk minum kopi, minuman beralkohol bagi penderita diabetes, kebiasaan merokok bagaimana cara memantau kemajuan dalam pengobatan diabetes dan kemungkinan pengaruh pengobatan pada kondisi hipoglikemik.
In the previous article has discussed about the influence of bad coffee, alcoholic beverages for people with diabetes, smoking habits how to monitor progress in the treatment of diabetes and the possible effect of treatment on the hypoglycemic condition.
http://www.100diabetes.com/diet_diabetes_1.html

Indeks Glikemik Beras Organik

Indeks Glikemik Beras Organik

Apa yang disebut dengan indeks glikemik?
Indeks glikemik (IG) adalah tingkatan pangan menurut efeknya terhadap gula darah. Pangan yang menaikkan kadar gula darah dengan cepat memiliki indeks glikemik (IG) tinggi. Sebaliknya, pangan yang menaikkan kadar gula darah dengan lambat memiliki indeks glikemik (IG) rendah

Faktor apa yang menentukan nilai indeks glikemik beras?
Secara umum Indeks Glikemik (IG) beras ditentukan oleh varietas atau jenis padi dan gabahnya, yang ada hubungannya dengan sifat fisiko kimia, namun bisa juga dipengaruhi oleh proses pengolahan, di antaranya pada proses parboiling.

Siapa saja yang membutuhkan beras dengan indeks glikemik rendah?
Perubahan gaya hidup dan pola konsumsi pangan masyarakat telah mengakibatkan peningkatan beberapa penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus (DM) dan hipertensi. Penderita diabetes mellitus memerlukan makanan yang tidak menaikkan kadar gula darah secara drastis.

Bagaimana nilai Indeks Glikemik (IG) beras didefinisikan?
Nilai indeks glikemik (IG) beras didefinisikan sebagai nisbah antara luas area kurva glukosa darah dari beras yang diuji yang mengandung karbohidrat total setara 50 g gula terhadap luas glukosa darah setelah makan 50 g glukosa pada hari yang berbeda dan pada orang yang sama. Glukosa sebagai standar mempunyai nilai IG 100. Nilai IG beras dikelompokkan menjadi IG rendah (<55), sedang (55-70), dan tinggi (>70).

Parboiled merupakan proses perebusan pada suhu 60 derajat Celsius selama 8 jam dan pengukusan
(steam) pada suhu 100 derajat Celsius selama 30 menit dalam bentuk gabah.

sumber : www.pustaka-deptan.go.id; http://bumiganesa.com/?p=417


Pangan Indeks Glikemik (IG) Rendah Untuk Kesehatan
Friday, 24 July 2009 14:09 | Author: admin |

Indeks Glikemik (IG) pangan adalah tingkatan pangan menurut efeknya terhadap kadar gula darah. Pangan yang menaikkan kadar gula darah dengan cepat memiliki IG tinggi. Sebaliknya, pangan yang menaikkan kadar gula darah dengan lambat memiliki IG rendah. Memilih pangan (karbohidrat) yang tidak menaikkan kadar gula darah secara drastis merupakan salah satu upaya untuk menjaga kadar gula darah pada taraf normal. IG pangan ditentukan oleh jenis dari pangan tersebut dan cara pengolahannya. Sebagai contoh, salah satu klon ubi jalar bila digoreng IG-nya 47, yang direbus memiliki IG 62 dan dipanggang IG-nya 80.

Prosedur Penentuan IG pangan adalah sebagai berikut :

1) Pangan tunggal yang akan ditentukan IG-nya (mengandung 50 g karbohidrat) diberikan kepada relawan yang telah menjalani puasa penuh (kecuali air) selama semalam (sekitar pukul 20.00 sampai pukul 08.00 pagi besoknya). Sebagai contoh, untuk menentukan IG kentang rebus diperlukan 250 g kentang untuk menyediakan karbohidrat sebanyak 50 g (50 g karbohidrat setara dengan tiga sendok makan bubuk glukosa murni).
2) Selama dua jam pasca pemberian (atau tiga jam bila relawan menderita diabetes), sampel darah sebanyak 50 mikroliter - finger-prick cappillary blood sample method - diambil setiap 15 menit pada jam pertama, kemudian setiap 30 menit pada jam kedua untuk diukur kadar glukosanya.
3) Pada waktu berlainan hal yang sama dilakukan dengan memberikan 50 g glukosa murni (sebagai pangan acuan) kepada relawan. Hal ini dilakukan sebanyak dua kali (dilakukan pada hari lain, minimal tiga hari setelah perlakuan pertama) untuk mengurangi efek keragaman respon gula darah dari hari ke hari.
4) Kadar gula darah (pada setiap pengambilan sampel) ditebar pada dua sumbu, yaitu sumbu waktu dan kadar gula darah.
5) Indeks Glikemik ditentukan dengan membandingkan luas daerah di bawah kurva antara pangan yang diukur IG-nya dengan pangan acuan.

Kisaran IG beras sebagai salah sumber pangan utama sangat luas. Secara umum IG beras ditentukan oleh varietas atau jenis padi dan gabahnya, yang ada hubungannya dengan sifat fisiko kimia, namun bisa juga dipengaruhi oleh proses pengolahan. Dengan demikian perlu dipertanyakan pernyataan yang menyebutkan bahwa salah satu keunggulan beras organik adalah cocok untuk penderita diabetes tanpa menyinggung-nyinggung varietas beras organik tersebut atau IG-nya. Walaupun merupakan beras organik tetapi bila varietasnya misalkan adalah Sintanur yang memiliki IG 90 (berdasarkan data dari Deptan) maka tentu saja tidak akan cocok bagi penderita diabetes. Keunggulan utama dari beras organik yang menonjol adalah dari minimnya residu kimia yang dikandungnya sehingga mengurangi resiko kanker, keracunan, kelainan terhadap bayi yang dilahirkan juga efek positif lainnya terhadap kesehatan disamping juga rasanya yang lebih enak dibandingkan beras biasa untuk varietas yang sama. Nilai IG beras dikelompokkan menjadi IG rendah (<55), sedang (55-70) dan tinggi (>70).

Diabetes Melitus (DM) atau biasa disebut diabetes adalah penyakit kronik yang timbul karena terlalu banyak glukosa (gula) dalam darah. Menghindari konsumsi nasi merupakan penderitaan tersendiri bagi diabetesi (penderita diabetes) karena budaya konsumsi nasi di Indonesia sangat kuat. Diabetesi memang sebaiknya membatasi konsumsi beras ber-IG tinggi, karena dapat meningkatkan gula darah dengan cepat. Namun mereka tetap dapat leluasa mengonsumsi beras ber-IG rendah sesuai kebutuhan gizinya. Pada penderita diabetas, memilih pangan (karbohidrat) yang tidak menaikkan kadar gula darah dengan cepat adalah salah satu tindakan yang tepat untuk mengendalikan kadar gula darah.

Disamping itu pangan yang memiliki IG rendah memiliki dua keunggulan khusus bagi orang yang ingin mengurangi berat tubuh, yaitu (1) mengenyangkan dalam waktu yang cukup lama serta (2) membantu membakar lebih banyak lemak tubuh dan lebih sedikit massa otot (body muscle).

Utju Suiatna
http://www.infoorganik.com
http://www.healthy-rice.com
Disarikan dari buku 'Indeks Glikemik Pangan', Rimbawan Albiner Siagian dan berbagai sumber lainnya.
http://www.infoorganik.com/index.php?option=com_content&view=article&id=74:pangan-indeks-glikemik-ig-rendah-untuk-kesehatan-&catid=36:kesehatan&Itemid=64