Senin, 09 Agustus 2010
Indeks Glikemik Beras Organik
Apa yang disebut dengan indeks glikemik?
Indeks glikemik (IG) adalah tingkatan pangan menurut efeknya terhadap gula darah. Pangan yang menaikkan kadar gula darah dengan cepat memiliki indeks glikemik (IG) tinggi. Sebaliknya, pangan yang menaikkan kadar gula darah dengan lambat memiliki indeks glikemik (IG) rendah
Faktor apa yang menentukan nilai indeks glikemik beras?
Secara umum Indeks Glikemik (IG) beras ditentukan oleh varietas atau jenis padi dan gabahnya, yang ada hubungannya dengan sifat fisiko kimia, namun bisa juga dipengaruhi oleh proses pengolahan, di antaranya pada proses parboiling.
Siapa saja yang membutuhkan beras dengan indeks glikemik rendah?
Perubahan gaya hidup dan pola konsumsi pangan masyarakat telah mengakibatkan peningkatan beberapa penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus (DM) dan hipertensi. Penderita diabetes mellitus memerlukan makanan yang tidak menaikkan kadar gula darah secara drastis.
Bagaimana nilai Indeks Glikemik (IG) beras didefinisikan?
Nilai indeks glikemik (IG) beras didefinisikan sebagai nisbah antara luas area kurva glukosa darah dari beras yang diuji yang mengandung karbohidrat total setara 50 g gula terhadap luas glukosa darah setelah makan 50 g glukosa pada hari yang berbeda dan pada orang yang sama. Glukosa sebagai standar mempunyai nilai IG 100. Nilai IG beras dikelompokkan menjadi IG rendah (<55), sedang (55-70), dan tinggi (>70).
Parboiled merupakan proses perebusan pada suhu 60 derajat Celsius selama 8 jam dan pengukusan
(steam) pada suhu 100 derajat Celsius selama 30 menit dalam bentuk gabah.
sumber : www.pustaka-deptan.go.id; http://bumiganesa.com/?p=417
Pangan Indeks Glikemik (IG) Rendah Untuk Kesehatan
Friday, 24 July 2009 14:09 | Author: admin |
Indeks Glikemik (IG) pangan adalah tingkatan pangan menurut efeknya terhadap kadar gula darah. Pangan yang menaikkan kadar gula darah dengan cepat memiliki IG tinggi. Sebaliknya, pangan yang menaikkan kadar gula darah dengan lambat memiliki IG rendah. Memilih pangan (karbohidrat) yang tidak menaikkan kadar gula darah secara drastis merupakan salah satu upaya untuk menjaga kadar gula darah pada taraf normal. IG pangan ditentukan oleh jenis dari pangan tersebut dan cara pengolahannya. Sebagai contoh, salah satu klon ubi jalar bila digoreng IG-nya 47, yang direbus memiliki IG 62 dan dipanggang IG-nya 80.
Prosedur Penentuan IG pangan adalah sebagai berikut :
1) Pangan tunggal yang akan ditentukan IG-nya (mengandung 50 g karbohidrat) diberikan kepada relawan yang telah menjalani puasa penuh (kecuali air) selama semalam (sekitar pukul 20.00 sampai pukul 08.00 pagi besoknya). Sebagai contoh, untuk menentukan IG kentang rebus diperlukan 250 g kentang untuk menyediakan karbohidrat sebanyak 50 g (50 g karbohidrat setara dengan tiga sendok makan bubuk glukosa murni).
2) Selama dua jam pasca pemberian (atau tiga jam bila relawan menderita diabetes), sampel darah sebanyak 50 mikroliter - finger-prick cappillary blood sample method - diambil setiap 15 menit pada jam pertama, kemudian setiap 30 menit pada jam kedua untuk diukur kadar glukosanya.
3) Pada waktu berlainan hal yang sama dilakukan dengan memberikan 50 g glukosa murni (sebagai pangan acuan) kepada relawan. Hal ini dilakukan sebanyak dua kali (dilakukan pada hari lain, minimal tiga hari setelah perlakuan pertama) untuk mengurangi efek keragaman respon gula darah dari hari ke hari.
4) Kadar gula darah (pada setiap pengambilan sampel) ditebar pada dua sumbu, yaitu sumbu waktu dan kadar gula darah.
5) Indeks Glikemik ditentukan dengan membandingkan luas daerah di bawah kurva antara pangan yang diukur IG-nya dengan pangan acuan.
Kisaran IG beras sebagai salah sumber pangan utama sangat luas. Secara umum IG beras ditentukan oleh varietas atau jenis padi dan gabahnya, yang ada hubungannya dengan sifat fisiko kimia, namun bisa juga dipengaruhi oleh proses pengolahan. Dengan demikian perlu dipertanyakan pernyataan yang menyebutkan bahwa salah satu keunggulan beras organik adalah cocok untuk penderita diabetes tanpa menyinggung-nyinggung varietas beras organik tersebut atau IG-nya. Walaupun merupakan beras organik tetapi bila varietasnya misalkan adalah Sintanur yang memiliki IG 90 (berdasarkan data dari Deptan) maka tentu saja tidak akan cocok bagi penderita diabetes. Keunggulan utama dari beras organik yang menonjol adalah dari minimnya residu kimia yang dikandungnya sehingga mengurangi resiko kanker, keracunan, kelainan terhadap bayi yang dilahirkan juga efek positif lainnya terhadap kesehatan disamping juga rasanya yang lebih enak dibandingkan beras biasa untuk varietas yang sama. Nilai IG beras dikelompokkan menjadi IG rendah (<55), sedang (55-70) dan tinggi (>70).
Diabetes Melitus (DM) atau biasa disebut diabetes adalah penyakit kronik yang timbul karena terlalu banyak glukosa (gula) dalam darah. Menghindari konsumsi nasi merupakan penderitaan tersendiri bagi diabetesi (penderita diabetes) karena budaya konsumsi nasi di Indonesia sangat kuat. Diabetesi memang sebaiknya membatasi konsumsi beras ber-IG tinggi, karena dapat meningkatkan gula darah dengan cepat. Namun mereka tetap dapat leluasa mengonsumsi beras ber-IG rendah sesuai kebutuhan gizinya. Pada penderita diabetas, memilih pangan (karbohidrat) yang tidak menaikkan kadar gula darah dengan cepat adalah salah satu tindakan yang tepat untuk mengendalikan kadar gula darah.
Disamping itu pangan yang memiliki IG rendah memiliki dua keunggulan khusus bagi orang yang ingin mengurangi berat tubuh, yaitu (1) mengenyangkan dalam waktu yang cukup lama serta (2) membantu membakar lebih banyak lemak tubuh dan lebih sedikit massa otot (body muscle).
Utju Suiatna
http://www.infoorganik.com
http://www.healthy-rice.com
Disarikan dari buku 'Indeks Glikemik Pangan', Rimbawan Albiner Siagian dan berbagai sumber lainnya.
http://www.infoorganik.com/index.php?option=com_content&view=article&id=74:pangan-indeks-glikemik-ig-rendah-untuk-kesehatan-&catid=36:kesehatan&Itemid=64
Rabu, 10 Februari 2010
RACUN RUMPUT BUATAN SENDIRI YANG MURAH MERIAH
Oleh : Dian Kusumanto
Bumi Kalimantan pada umumnya sangat subur. Saking suburnya rumput-rumput juga sangat cepat pertumbuhannya. Para petani sering mengeluhkan keadaan ini. Betapa tidak, setelah lahan dibersihkan dengan cara ditebas atau dibakar, kalau sudah kena hujan sekali saja rumput lebih cepat menyusul. Tanaman yang ditanam belum besar rumputnya sudah lebih dulu meninggi dan menutupi tanaman.
Biasanya petani banyak mengandalkan racun rumput buatan pabrik yang semakin hari semakin mahal. Untuk membersihkan lahan dari rumput biasanya dilakukan beberapa kali. Kalau rumput tebal biasanya petani membakarnya saja dulu, kemudian dibiarkan sekitar 2 minggu sampai rumput mulai Nampak tumbuh lagi. Setelah itu lahan yang mulai ditumbuhi rumput tadi disemprot dengan racun rumput. Kadang petani menanami dengan tanaman yang dikehendaki sebelum penyemprotan atau yang lebih sering dilakukan setelah penyemprotan.
Setelah penyemprotan racun tersebut biasanya agak lama rumput baru tumbuh, ungkin biji rumput yang masih tersisa sebelumnya dan tidak sempat dimatikanoleh racun rumput pada penyemprotan sebelumnya. Sisa-sisa biji-biji rumput yang ada di tanah ini baru muncul sekitar 2-3 bulan kemudian (tergantung keadaan tanah, jumlah curah hujan, dll.). Pada saat pemunculannya kembali inilah petani menyemprot lagi dengan racun rumput, sebelum rumput-rumput ini sempat mengeluarkan bijinya. Jangan sampai penyemprotan dilakukan terlambat, sehingga biji-biji rumput sempat terhambur.
Demikian cara sebagian petani di Kalimantan, khususnya petani di Nunukan Kalimantan Timur yang pernah penulis temui. Beda dengan Petani di Jawa yang jarang menggunakan racun rumput pada usaha taninya, karena memang lahan yang tidak terlalu luas dan tenaga yang cukup banyak serta ternak yang memerlukan rumput setiap hari sehingga rumput selalu dipotong untuk pakan ternak.
Penggunaan racun rumput yang relative sangat banyak dan sering inilah yang membengkakkan biaya usaha tani para petani di Kalimantan umumnya, Nunukan pada khususnya. Akhirnya banyak cara dilakukan oleh para petani untuk menghemat pengeluaran belanja racun rumput dengan cara mereka sendiri. Paling tidak ada 3 (tiga) cara yang Penulis akan paparkan disini, yang berasal dari pengalaman beberapa petani di Nunukan Kalimantan Timur yang telah Penulis temui.
RESEP 5in1 (Five in One) alias GUS BenSol
Resep ini bisa saja diberi nama Racun Rumput FiO, atau Racun Rumput GUS BenSol. FiO artinya Five in One, sedangkan Gus Bensol maksudnya Garam Urea Sabun serbuk Bensin dan Solar. Mungkin nama yang enak didengar adalah Racun Rumput GUS BenSol, biar keren dan mudah terkenal. Bagaimana?
Bahan-bahan yang diperlukan :
1. Bensin 1 liter
2. Solar 1 liter
3. Garam 1 kg
4. Urea 1 kg
5. Sabun Serbuk 1 kg
Cara membuat :
1. Semua bahan-bahan di campur satu persatu, mulai dari bensin dan solar dalam satu wadah.
2. Pada wadah yang lain kemudian garam dan urea serta sabun serbuk dicampur.
3. Wadah satu yang berisi campuran bensin dan solar dicampurkan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk-aduk dituangkan pada wadah kedua yang berisi campuran garam, urea dan sabun serbuk.
4. Pengadukan dilakukan terus-menerus sampai campuran tadi menjadi larutan yang menyatu.
5. Bahan racun rumput (FiO) Five in One alias GUS Bensol siap digunakan. Simpanlah pada wadah yang aman dan tertutup jauhkan dan hindarkan dari nyala api, karena bahan ini mudah terbakar.
Cara Penggunaan :
Cara penggunaan sama dengan penggunaan racun rumput lainnya. Yaitu kalau kita ingin menyemprot dengan pompa sprayer berisi 15 liter air campurkan sekitar 50 cc obat racun rumput FiO Gus Bensol ini. Kalau dirasa kurang hebat ditambah sedikit dosisnya juga bisa sampai sekitar 200 cc (atau satu gelas wadah aqua) dalam tangki sprayer 15 liter (ada juga tangki yang 16 sampai 18 liter).
RESEP Oplosan Three in One (OTiO 12) alias Alur 12
Disebut Racun Rumput OTiO 12 alias Alur 12, hanya untuk memudahkan mengingat bahwa inilah cara petani untuk membuat pengenceran racun rumput 1 liter menjadi 12 liter dengan efek racun yang hampir sama. Pengalaman dari seorang Petani di Kampung Sei Jepun bernama Bapak Mustafa (43) ini diperoleh saat dia bekerja di perkebunan Sawit di Malaysia. Resep ini pun sudah diminta ijinnya untuk disebarluaskan kepada para petani dimana saja berada, khususnya yang sempat membaca tulisan ini.
Disebut Alur 12 karena bahannya adalah Air Laut sebanyak 12 liter dan Urea, untuk memperbanyak Racun Rumput buatan pabrik yang akan digunakan.



Bahan-bahan yang diperlukan :
1. Racun Rumput Buatan Pabrik (berbagai merek) 1 liter
2. Air Laut 12 liter
3. Urea 2 kg
Cara membuat :
1. Semua bahan-bahan di campur satu persatu ke dalam wadah terbuat dari Alumunium atau yang berbahan tembikar dari tanah liat dengan sambil terus diaduk-aduk.
2. Bahan-bahan larutan pengenceran racun rumput dengan air laut dan urea dalam wadah kuali itu kemudian dipanaskan di atas kompor atau tungku kayu bakar.
3. Pengadukan dilakukan terus-menerus sampai campuran tadi menjadi larutan yang menyatu sambil terus dipanaskan sampai mendidih. Pengadukan diusahakan jangan tepat di atas wadah agar uapnya tidak terhirup oleh si Pengaduk.
4. Bahan racun rumput OTiO 12 (Oplosan Three in One) siap digunakan. Simpanlah pada wadah yang aman dan tertutup jauhkan dan hindarkan dari jangkauan anak-anak.
Cara Penggunaan :
Cara penggunaan sama dengan penggunaan racun rumput lainnya. Yaitu kalau kita ingin menyemprot dengan pompa sprayer berisi 15 liter air campurkan sekitar 50 cc obat racun rumput OTiO 12 alias Alur 12 ini. Kalau dirasa kurang hebat ditambah sedikit dosisnya juga bisa sampai sekitar 200 cc (atau satu gelas wadah aqua) dalam tangki sprayer 15 liter (ada juga tangki yang 16 sampai 18 liter).
RESEP Oplosan Three in One (OTiO 13) alias Hervit Top 13
Disebut Racun Rumput OTiO 13 alias Hervit Top 13, hanya untuk memudahkan mengingat bahwa inilah cara petani untuk membuat pengenceran racun rumput 1 liter menjadi 3 liter dengan efek racun yang hampir sama. Pengalaman dari seorang Petani di Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat melalui seorang PPL bernama Asri Aziz (33) ini diperoleh saat dia bekerja di sawah dan kebun Kakaonya sendiri. Resep ini pun sudah diminta ijinnya untuk disebarluaskan kepada para petani dimana saja berada, khususnya yang sempat membaca tulisan ini.
Disebut Hervit Top 13 karena bahannya adalah Vitsin (Vit) 250 gram dan Toak Pahit (ToP) sebanyak 3 liter, untuk memperbanyak Racun Rumput buatan pabrik sebanyak 1 liter menjadi 3 liter.
Bahan-bahan yang diperlukan :
1. Racun Rumput Buatan Pabrik (berbagai merek) 1 liter
2. Toak Pahit 3 liter
3. Vitsin 250 gram
Cara membuat :
1. Semua bahan-bahan di campur satu persatu ke dalam wadah terbuat dari Plastik atau yang berbahan tembikar dari tanah liat dengan sambil terus diaduk-aduk.
2. Bahan-bahan larutan pengenceran racun rumput dengan Toak Pahit dan Vitsin dalam wadah kuali itu kemudian diaduk-aduk.
3. Pengadukan diusahakan jangan tepat di atas wadah agar uapnya tidak terhirup oleh si Pengaduk.
4. Bahan racun rumput OTiO 13 (Hervit Top 13) siap digunakan. Simpanlah pada wadah yang aman dan tertutup jauhkan dan hindarkan dari jangkauan anak-anak.
Cara Penggunaan :
Cara penggunaan sama dengan penggunaan racun rumput lainnya. Yaitu kalau kita ingin menyemprot dengan pompa sprayer berisi 15 liter air campurkan sekitar 50 cc obat racun rumput OTiO 13 alias Hervit Top 13 ini. Kalau dirasa kurang hebat ditambah sedikit dosisnya juga bisa sampai sekitar 200 cc (atau satu gelas wadah aqua) dalam tangki sprayer 15 liter (ada juga tangki yang 16 sampai 18 liter).
Barangkali Anda juga punya resep yang sama ampuhnya dengan resep di atas. Atau bahkan lebih hebat? Maka jangan malu-malu atau ragu-ragu untuk saling berbagi, agar petani kita lebih makmur dan sejahtera. Sudah waktunya kita membela para Petani agar bisa meminimalkan biaya-biaya usaha taninya. Jangan selalu kita memeras petani dengan bisnis yang mengandung pembodohan terstruktur sekaligus merusak tatanan kelestarian alam.
Semoga berguna, Hidup untuk petani Indonesia!
Minggu, 18 Oktober 2009
Design X-Banner untuk Pameran Pembangunan
Beberapa Design di bawah ini adalah untuk X-Banner bahan Pameran Pembangunan Kabupaten Nunukan 2009.
1. Visi Misi Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Daerah Kabupaten Nunukan
2. Banner Teri Ambalat
3. Banner Tepung Mocal
4. Banner Aren
5. Banner Olahan Pangan Ubijalar
6. Banner Olahan Pangan Singkong
7. Banner Pembuatan Mie dari Singkong
8. Banner Pembuatan Eloi dari Lumbis
9. Banner Beras Krayan










(By Dian Kusumanto)
Minggu, 06 September 2009
MENJADI MILYARDER DENGAN 1 HEKTAR KEBUN AREN INTENSIF





MENJADI MILYARDER DENGAN 1 HEKTAR KEBUN AREN INTENSIF
Oleh : Dian Kusumanto
Menjadi milyarder? Apa mungkin? Apalagi dari kebun Aren yang selama ini nggak pernah menarik minat para investor? Apa mungkin ya? Dst…. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini pasti akan muncul setelah Anda membaca judul tulisan ini. Milyarder artinya orang yang punya uang dengan jumlah diatas Rp 1 Milyard. Bagaimana kalau Rp 500 juta, itu juga termasuk Milyarder, tapi masih separuhnya, alias setengah Milyarder. Namun yang saya maksud ini adalah yang pertama, yaitu diatas Rp 1 Milyard, itu yang berhak disebut sebagai Milyarder.
Apakah bisa? Lalu seberapa luas lahan kebun Aren untuk bisa mencapai penghasilan 1 Milyard? Apa Betul Cuma dengan memiliki 1 hektar kebun Aren? Bagaimana ini bisa terjadi? Pertanyaan tadi seperti memberondong kita karena rasa penasaran kita dengan judul di atas. Saya tidak bermaksud membawa Anda ‘berpanjang angan-angan’, tapi saya ingin mengajak Anda untuk membuat prospek dan potensi ini menjadi kenyataan. Bahwa kebun Aren akan dapat membawa kita kepada kejayaan, kemakmuran, mencapai kekayaan finansial, dengan mengelolanya sebagaimana mestinya.
Gambaran kemungkinannya adalah dengan perhitungan-perhitungan demikian :
1. Satu Hektar kebun Aren ditanam 200 pohon, dengan jarak tanam 5 x 10; atau 6 x 8 m2.
2. Dengan pemeliharaan yang bagus, setelah 6-7 tahun seluruh pohon bisa menghasilkan dengan prosentase sadap 80 % atau sebanyak 160 pohon setiap hari.
3. Dengan pemeliharaan yang sesuai ‘SOP kebunaren DK’ maka produktifitas nira akan mencapai 15 liter/hari/pohon.
4. Jadi produksi nira dari kebun Aren 1 hektar adalah 160 pohon x 15 liter/r/phn = 2.400 liter/hari/hektar
5. Nira 2.400 liter/hari ini akan diolah menjadi Gula Aren Organik (GAO), sebanyak 400 kg/hari.
6. Jika GAO ini harga jualnya Rp 10.000 /kg, maka akan diperoleh pendapatan dari 1 hektar kebun Aren : 400 kg/hari x Rp 10.000 /kg = Rp 4 juta /hari.
7. Pendapatan kotor Rp 4 juta /hari, atau Rp 120 juta /bulan; atau Rp 1,44 Milyard per tahun.
8. Rp 1,44 Milyard lebih dari Rp 1 Milyard, berarti yang memperolehnya disebut Milyarder.
Dari asumsi-asumsi di atas yang perlu dilihat adalah angka-angka itu tidaklah terlalu fantastik, atau sulit dicapai. Tidak, sama sekali tidak. Karena dalam kenyataannya banyak petani yang mencapai angka-angka diatas asumsi tadi, sebagai contoh :
1. Produksi nira ada kebun petani yang mencapai 40 liter per pohon seperti yang saya lihat di Mambunut Nunukan. Di Soppeng Sulawesi Selatan petani banyak petani yang bisa mencapai 20 liter/pohon/hari. Sedangkan di Sulawesi Utara banyak petani mengatakan bahwa mereka bisa memperoleh nira 20-25 liter/hari/pohon.
2. Harga Gula Aren biasa di pasaran lokal sebenarnya lebih dari Rp 10.000/kg, apalagi Gula Aren Organik (GAO) di pasaran yang lebih khusus dan harga ekspor. Untuk pasar luar negeri harga eksportir setidaknya di atas Rp 15.000 – 20.000 /kg.
3. Jadi angka-angka untuk mencapai sebutan Milyarder itu sebenarnya tidaklah terlalu bombastis, atau mustahil untuk dicapai. Angka itu sangat mungkin dicapai kalau pengelolaan sesuai dengan ‘SOP kebunaren DK’ (Dian Kusumanto).
Lalu bagaimana ‘SOP kebunaren DK’ itu ? Ikuti tulisan yang akan datang ! Bravo Aren !!
JAGUNG PUMA, SILANGAN JAGUNG PULUT DAN JAGUNG MANIS

JAGUNG PUMA, SILANGAN JAGUNG PULUT DAN JAGUNG MANIS
Cara mendapatkan varietas unggul baru melalui perkawinan silang antara jagung pulut (lokal) dengan jagung manis
Oleh :
SAHARUDDIN dan NIRWANA, S.Pt, (Penyuluh Pertanian Kab. Nunukan)
Pelaksanaan :
I. Persiapan Tanam
Lahan yang akan digunakan dibersihkan dari gulma dan tumbuhan pengganggu lainnya yang sebelumnya telah disemprot dengan herbisida dengan menggunakan sprayer. Selanjutnya pada lahan tersebut di buat petakan percobaan dengan ukuran 1×3 m.
Pembuatan lubang tanam dengan terlebih dahulu dicangkul dan diberi pupuk kandang. Setelah beberapa hari baru dibuat lubang tanam menggunakan tugal dengan kedalaman 2,5 cm – 5 cm dengan jarak tanam 80 cm x 20 cm.
II. Penanaman
Pada saat penanaman dianjurkan menanam 2 biji per lubang tanam, untuk mengantisipasi jika ada salah satu bibit yang tidak tumbuh sehingga tidak perlu lagi dilakukan penyulaman.
Kiri : Jagung Pulut
Bawah : Jagung Manis

III. Pemeliharaan Tanaman
- Penyiangan dilakukan pada saat tanaman telah berumur 15 hst, dengan cara mencangkul atau disemprot dengan menggunakan herbisida (Gromoxon).
- Pembumbunan dilakukan 15 hari setelah tanam dengan membumbun tanah di sekitar tanaman untuk memperkuat berdirinya tanaman dan memperbaiki drainase.
- Pemupukan pertama pada umur 10 hari setelah tanam, Pemupukan kedua dilakukan interpal 7 - 10 hari. Begitu seterusnya sampai tanaman jagung keluar bunga. Jika sudah keluar buah diberikan pupuk buah agar bakal buahnya atau tongkolnya besar dan berisi padat.
- Pengendalian Hama dan Penyakit. Serangan hama disaat tanaman berumur 35 hari setelah tanam. Biasanya hama yang menyerang yaitu pengerek batang, dapat diberantas dengan menggunakan Insektisida seperti : Sevin 85 S, Dharmabas 500 EC. Penyemprotann sebaiknya dilakukan pada sore hari.
IV. Penyerbukan / Perkawinan Silang
Proses penyerbukan yaitu bila bunga jagung pulut mulai keluar maka segera dibuang, sedangkan bunga jagung manis tetap dibiarkan untuk proses penyerbukan. Untuk mengetahui bahwa jagung manis sudah siap dilakukan penyerbukan yaitu ditandai bila batang digoyang akan jatuh seperti tepung berwarna kuning.

Gambar : Bunga betina Jagung Manis
V. Panen
Panen dilaksanakan pada saat tanaman masak fisiologis dan saat tanaman telah masak kering yaitu biji agak keras dan kering dengan kelobot atau pembungkus biji sudah kering atau kuning. Panen jagung dapat dilakukan pada saat jagung belum tua akan tetapi telah berisi, jika akan dikonsumsi.
Karakteristik Jagung Varietas Baru yang Dihasilkan
Dari hasil perkawinan silang ini didapatkan satu varietas baru yaitu Jagung Pulut Manis (PUMA) dengan karakteristik sebagai berikut :
- Warna buah/biji kuning
- Rasa Pulut dan manis
- Dapat dikonsumsi buahnya saat muda dan tua
- Tahan terhadap hama dan penyakit
- Umurnya pendek
- Tidak mudah rebah
- Tahan terhadap kekeringan

Nunukan, Juli 2008
Senin, 03 Agustus 2009
MEMPOSISIKAN BERAS KRAYAN MENJADI BERAS ORGANIK BERGENGSI TINGGI KE PASARAN DUNIA EKSPOR



MEMPOSISIKAN BERAS KRAYAN MENJADI BERAS ORGANIK BERGENGSI TINGGI KE PASARAN DUNIA EKSPOR
Oleh : Dian Kusumanto
Di tengah-tengah perkembangan jaman globalisasi ini dan kemunduran lingkungan hidup karena eksploitasi alam dan lingkungan, maka kualitas kehidupan manusia juga terancam. Keamanan mutu pangan manusia juga terancam. Produk-produk pangan seolah-olah sulit melepaskan diri dari cemaran bahan-bahan kimia, racun yang terekspose melalui cara-cara budidaya tanaman pangan yang eksploratif dan tidak ramah lingkungan.
Dunia pertanian seolah-olah sudah tergantung dengan bahan-bahan kimia untuk pupuk tanah, bahan kimia dan racun untuk membasmi rumput dan hama penyakit tanaman. Bahkan dunia petanian sekarang sudah mulai menggunakan benih-benih transgenik yang keamanan stabilitas genetisnya masih memungkinkan cemaran biologis terhadap lngkungan hidup manusia.
Beras adalah makanan pokok sebagian besar manusia di seluruh dunia. Pola makan berbasis beras yang bebas dari cemaran-cemaran kimia dan biologis menjadi kebutuhan besar dunia yang sehat. Mansia yang ingin selalu sehat dalam hidup di dunia yang alai dan lestari menjadi sulit diperoleh.
Krayan adalah suatu kawasan di Kabupaten Nunukan Kaltim yang karena posisi geografisnya sulit sehingga sampai sekarang elum ada akses jalan darat ataupun sungai. Satu-satunya jalan untuk masuk dan keluar Krayan adalah dengan Pesawat. Oleh karena ke’terisolasi’annya ini maka sejak dulu mereka tidak mengenal obat-oatan kimia, pupuk-pupuk kimia dalam sistem budidaya padi sawah mereka.
Keadaan yang alamiah dalam bertani ini sampai sekarang masih terus dipertahankan. Mereka bertani dengan menanam padi di sawah, beternak kerbau, babi, itik dan ayam serta memelihara anjing untuk pengamanan rumah mereka. Cara bertani dan beternak mereka sangat alami namun cara pengelolaannya cukup baik dan tersistem dalam suatu pola yang sudah menjadi sistem adat. Adat mereka sudah mengajari mereka melakukan kearifan lokal yang dipertahankan sampai sekarang.
Oleh karena itu produk beras Krayan dikenal sangat enak karena betul-betul organik, baunya harum dan sangat menyehatkan. Bagi para penderita , Beras Krayan ini bisa membantu mempercepat proses pemulihan. Apalagi bagi yang sehat, Beras Krayan apabila dikonsumsi terus menerus akan membantu tubuh semakin sehat wal ’afiat dan fit selalu.
Orang Krayan termasuk dalam suku bangsa Dayak Lundaye. Dimana fisik orang Krayan berbeda dengan fisik orang Dayak lainnya. Orang Krayan lebih besar dan lebih tinggi, kulitnya lebih putih bersih. Banyak tokoh-tokoh besar Kalimantan dilahirkan di Krayan. Barangkali hal ini karena salah satunya adalah terkait pola hidup dan pola makanan pokok mereka yang menggunakan beras dan sayur yang serba organik.
Beras Krayan menjadi konsumsi wajib harian para pejabat dan masyarakat Brunei Darussalam. Bahkan Sultan Brunei selalu memesan Beras Krayan untuk keluarga Kerajaan Brunei Darussalam. Jadi di Negeri kecil nan kaya ini Beras Krayan adalah termasuk beras istimewa yang didatangkan dari luar negerinya. Dan Beras Krayan memang layak terpilih menjadi Beras Utama menu keluarga Kerajaan Brunei Darussalam. Namun sayang sampai saat ini belum ada hubungan dagang langsung antara Brunei dengan Krayan / Nunukan dalam hal beras Krayan ini.
Perdagangan Beras Krayan selama ini sebagian besar hanya melalui Ba’ Kelalan Sabah Malaysia, dan hanya sedikit sekali yang keluar melalui Nunukan dan Tarakan. Perdagangan beras ke Ba’ Kelalan dari desa-desa di Krayan dulu hanya menggunakan gendongan orang dan alat transportasi berupa kerbau. Setelah motor roda dua banyak masuk, yaitu sekitar tahun 2000-an, ojek beras dengan motor mulai semakin ramai. Sekarang ini hampir semua perdagangan beras ke Ba’ kelalan menggunakan ojek sepeda motor.
Jumlah ojek sepeda motor sekarang ini lebh dari 100 motor. Setiap ojek motor biasanya mampu membawa antara 6 – 9 kaleng beras atau antara 90 -135 kg, katakanlah rata-rata 100-an kg. Seandainya dalam setahun masing-masing pengojek ini bekerja selama 200 hari dalam setahun (155 hari libur karena istirahat, sakit, motor rusak, jalan becek karena hujan, ada acara keluarga, pulang kampung, dll) maka beras Krayan yang dikeluarkan ke Ba’ Kelalan ada sekitar 2.000 ton per tahunnya. Angka 2.000 ton beras Krayan per tahun sebenarnya masih kurang dari seperempatnya dari kelebihan yang ada di masyarakat petani.
Kecamatan Krayan dengan rata-rata luas panen padinya sekitar 3.740 hektar per tahun mampu memproduksi padi sekitar 17.000 ton Kagah Kering Panen (GKP), atau setara dengan beras lebih dari 8.500 ton beras. Dengan jumlah penduduk hana 8.742 jiwa konsumsi beras hanya mencapai sekitar 1.000-an ton beras, sehingga kelebihan setelah dikurangi konsumsi per tahun masih sekitar 7.742 ton beras.
Jika penjualan Beras Krayan dinaikan jumlahnya menjadi 2 – 3 lipat dengan sekarang yang mencapai sekitar 2.000 ton, yaitu sekitar 4.000 6.000 ton, maka rasanya Krayan masih sanggup dan sangat memungkinkan. Katakanlah dengan 5.000 ton beras Krayan dalam setiap tahun kita jual ke luar, maka Krayan belum mengalami defisit.
Yang menjadi sangat penting bagi masyarakat Krayan adalah tingkatan harga beras Krayan yang masih rendah dan disamakan dengan beras-beras pada umumnya. Padahal Beras Krayan adalah beras yang murni organik dan sangat istimewa, serta rasanya dan khasiatnya sangat hebat. Semestinya Beras Krayan menjadi komoditi yang ekskluif karena kekhasannya .
Namun karena sulitnya akses dan sistem tata niaga yang tidak adil, maka harga beras Krayan disamaka dengan beras-beras lain yang biasa saja. Posisi tawar para petani beras yang sangat lemah tidak mampu mengatasi banyaknya ketergantungan ekonomi dengan para pedagang di Ba’ Kelalan, Sabah Malaysia. Di Ba’ Kelalan yang merupakan satu-satunya pintu keluar Beras Krayan ini, para pedagang menghargai ini sangat murah dan tidak sesuai dengan harga yang sebenarnya bila dijual di kota kota seperti Miri, Lawas, Bario dan Brunei Darussalam.
Di Ba’ Kelalan beras diterima pedagang dengan harga sekitar 7 – 10 RM per gantang. Beras kemudian sebagian besar di bawa ke kota Bario untuk masuk ke pedagang yang agak besar harga kemudian bisa naik menjadi antara 13 – 15 RM/kg. Di kota Miri dan Lawas harga Beras Kyaran bisa mencapai 20 RM pergantang. Apalagi di Brunei, harga beras sudah lebih naik lagi menjadi sekitar 13 – 15 RB (ringgit Brunei) atau sekitar 30-35 RM per gantang.
Oleh karena itu untuk mensejahterakan para petani Beras Krayan, jalan yang harus ditempuh adalah mencarikan jalan agar beras ini dapat dijual dengan harga yang tinggi sesuai dengan keistimewaannya. Caranya adalah sebagai berikut :
1). Mengurangi ketergantungan dengan para pedagang di Ba’ Kelalan.
2). Mencarikan solusi akses keluar dari Krayan menuju pasar ekspor lansung ke Brunei atau negara lain dengan harga yang bagus.
3). Membangun citra komoditi Beras Krayan ini tetap menjadi Super Excelent dan Very Exclusive.
4). Mengatur pola produksi, pasca panen yang sesuai dengan prinsip-prinsip dalam GAP (Good Agriculture Practise) sebagai komoditi organik.
Bagaimana menurut Anda???
