........Selamat Hari Jadi Kab. Nunukan ke 13 tgl 12 Oktober 2012.......

Selasa, 15 Maret 2011

Peluang Pasar Tepung Mocaf 600 ribu ton per tahun dari Indofood

Peluang Pasar Tepung Mocaf 600 ribu ton per tahun dari Indofood

Oleh : Ir. Dian Kusumanto


Awal bulan Maret 2011 kemarin saya mengikuti pertemuan tentang Ketahanan Pangan di Hotel Le Dian Serang Banten. Diantara pembicara yang tampil adalah Bapak Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian, yaitu Bapak Prof. Dr. Ir. Achmad Suryana MS. Yang sangat menarik dari pembicaraan beliau adalah informasi bahwa sebenarnya PT. Indofood, produsen Indomie, sudah lama menggunakan tepung Mocaf untuk produksi Indomienya, namun karena pertimbangan persepsi masyarakat konsumen, maka waktu itu belum dibuka. Kinilah saatnya membuka informasi itu, bahwa sebenarnya Indomie yang kita konsumsi itu sebagian tepung bahannya adalah tepung Mocaf.

Tepung Mocaf produksi Koperasi Loh Jinawi Trenggalek Jawa Timur


Hal ini jelas karena trend kenaikan harga pangan di luar negeri, khususnya Gandum, terus terjadi. Gandum adalah bahan dasar tepung terigu. Di dunia ini ada trend yang hamper sama, yaitu lahan-lahan pertanian pangan tergusur alias terkonversi menjadi lahan non pangan bahkan non pertanian. Setiap Negara sekarang terus mengalami kenaikan kebutuhan bahan pangan sedangkan ketersediaannya bukan semakin meningkat, sehingga langkah yang diambil rata-rata Negara di dunia ini adalah semakin membatasi ekspor bahan pangannya. Hal inilah yang menyebabkan trend kenaikan terus menerus harga pangan dunia.

Suasana Industri Kecil Tepung Mocaf di Jawa Timur


Kenaikan harga terigu akhirnya member harapan baru kepada komoditi penggantinya atau komoditi substitusinya seperti tepung mocaf dan tepung-tepung bahan ubi-ubian lainnya. Maka muncullah upaya-upaya kreatif untuk mengatasi trend yang kalau tidak diatasi akan mematikan usaha bidang pangan dengan bahan dasar tepun g terigu. Industri pangan berbahan tepung terigu ini sangat luas, mulai dari aneka jenis roti, aneka jenis mie, aneka kue-kue basah dan kering, dll. Industri-industri ini menggunakan tepung terigu dengan berbagai komposisi.

Proses perendaman irisan singkong agar terjadi proses fermentasi yang menggunakan BAL (bakteri asam laktat)

Kehadiran tepung Mocaf sebagai alternative substitusi tepung terigu memberi harapan baru bagi para pelaku industry pangan berbahan tepung terigu. Berbagai percobaan akhirnya dilakukan untuk mengetahui sampai seberapa banyak peran substitusi tepung mocaf ini dalam pembuatan aneka pangan yang semula berbahan tepung terigu. Tentu saja belum semua peran tepung terigu bisa digantikan sepenuhnya. Dari beberapa hasil ujicoba penggantian tepung terigu dengan tepung mocaf dapat disampaikan daftar prosentasi substitusinya pada aneka produk pangan berikut.

Angka besaran import tepung terigu Indonesia sudah mencapai angka 6 juta ton tiap tahun. Oleh karena itulah maka sudah waktunya kita menghargai produk kita sendiri, yaitu dengan jalan mensubstitusinya atau menggantinya dengan tepung mocaf. Kepala Badan juga menginformasikan bahwa PT. Indofood memberi sinyal untuk menerima tepung mocaf dari para industry tepung mocaf sebesar 50.000 ton per bulan, atau sebesar 600.000 ton dalam setahun, atau 10 % dari volume import tepung terigu.

Untuk memproduksi 600.000 ton tepung mocaf per tahun, berarti diperlukan bahan baku ubikayu segar sebanyak 2,4 juta ton per tahun yang dipanen dari kebun singkong dengan luas sekitar 60.000 hektar . Hitungan tadi menggunakan asumsi rendemen ubi menjadi tepung 25 % dengan produktifitas lahan 40 ton/ha. Namun kalau kita menggunakan angka asumsi yang lebih optimis, misalnya rendemen 30% sedang produktifitas mencapai 60 ton/ha/12 bulan, berarti hanya perlu lahan sekitar 30.000 hektar, atau separuh dari asumsi yang pertama tadi.

Bibit stek ubikayu Adira yang siap angkut ke lahan petani di Nunukan Kalimantan Timur


Ayo ambil peluang ini segera! Mari berlomba-lomba untuk mencapainya!

Bagaimana menurut Anda??

Senin, 14 Maret 2011

Manfaat Makanan Fermentasi Bagi Tubuh

Manfaat Makanan Fermentasi Bagi Tubuh


Makanan fermentasi cukup akrab di tengah-tengah masyarakat. Produk olahan makanan menggunakan ragi ini cukup diminati karena selain harganya yang terjangkau, rasanya juga enak dan sesuai dengan lidah kita.

Proses fermentasi menjadi bagian terpenting dalam pengolahan makanan ini. Ragi dalam proses fermentasi berfungsi sebagai zat pengikat gizi makanan agar tidak rusak akibat adanya bakteri yang hidup di dalamnya.

Agar tidak ada bakteri jahat yang hidup dalam makanan, proses fermentasi ini memungkinkan makanan diproses tanpa adanya oksigen, istilahnya anaerobic respiration. Sebagai hasil fermentasi pada makanan dapat diperoleh senyawa kimia seperti asam laktat yang berfungsi dalam proses biokimia dalam tubuh manusia, aseton sebagai zat pelarut, hidrogen dan etanol yang dapat melarutkan senyawa kimia lain seperti pewarna makanan.

Dilihat dari segi kesehatan, makanan fermentasi yang memakai sel mikroba hidup dapat menjadi sangat menguntungkan. Di antaranya mempertahankan gizi makanan, menambah asupan gizi makanan, menstimulasi peningkatan kekebalan tubuh, sebagi anti tumor dan anti mutagenic, dan membantu penyerapan mineral makanan.

Selain itu, juga dapat mempersingkat durasi diare bila suatu saat terjadi, dan mengurangi kemungkinan terjadinya maldigesti laktosa atau salah penerapan proses pencernaan laktosa saat dipecah menjadi galaktosa dan glukosa ketika masuk ke dalam usus.

Mengkonsumsi produk-produk berfermentasi dapat dijadikan gaya hidup sehat sehari-hari. Fermentasi memiliki fungsi umum dan khusus dalam proses pengolahan produk yang dapat dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat.

Di antara fungsi-fungsi umumnya adalah untuk menyelamatkan makanan dari berbagai masalah makanan seperti pembusukan atau basi dan keracunan, memperpanjang masa penyimpanan makanan, meminimalkan kerugian produksi pangan terutama dalam kegiatan industri, dan menambah gizi makanan.

Sedangkan fungsi khusus proses ini adalah mengendalikan pertumbuhan mikroba, mempertahankan gizi yang dikehendaki, dan menciptakan kondisi yang tidak baik bagi kontaminasi mikroba yang merugikan.

Makanan dan Minuman Fermentasi

Beberapa jenis makanan dan minuman yang beredar di tengah masyarakat merupakan hasil proses fermentasi. Di antara makanan itu adalah:

  • Tempe

Makanan yang terbuat dari kacang kedelai dan fermentasi kacang rhizopus atau ragi tempe ini adalah makanan bernilai gizi tinggi. Tempe dapat mencegah radikal bebas, menghambat proses penuaan, pencegahan jantung koroner, diabetes, dan kanker. Selain itu, tempe juga mengandung zat antibakteri penyebab penyakit diare, mampu menurunkan kolesterol dalam darah, dan mencegah hipertensi.

Adanya ragi tempe membuat kadar protein, lemak dan karbohidratnya menjadi lebih mudah dicerna tubuh. Makanan itu juga merupakan favorit bagi mereka para vegan atau yang bergaya hidup sehat sebagai vegetarian karena kandungan kedelainya yang cukup mengenyangkan.

  • Yoghurt

Susu fermentasi ini memiliki aroma yang khas karena adanya proses fermentasi gula susu atau laktosa menjadi asam laktat. Proses ini menyebabkan protein susu menggumpal menjadi gel beraroma khas.

Yoghurt kaya akan protein, vitamin B, dan mineral. Lemak dalam yoghurt sejumlah dengan lemak pada susu yang difermentasikan. Susu sapi dan susu kedelai adalah produk susu yang bisa difermentasikan.

  • Kimchi

Asinan sayur dan lobak asam pedas khas Korea ini dibuat melalui proses fermentasi dengan menggunakan bakteri laktobasillus yang banyak digunakan dalam produk yoghurt, keju, bir, anggur, cuka dan cokelat. Sayuran kimchi seperti sawi putih dan lobak diberi garam kemudian dicuci. Selanjutnya diproses bersama kecap ikan, bawang putih, udang, bubuk cabai merah dan jahe.

  • Tapai

Makanan khas Indonesia ini dibuat dari hasil fermentasi singkong dengan ragi saccaromyches cerevisiae yang dibalurkan pada batang singkong yang telah dibersihkan.


Sumber : http://www.anneahira.com/makanan-fermentasi.htm